Jumat, 12 Juni 2026

Pegiat Medsos Kiki Daliyo Sebut Revisi Laporan Dana Kampanye PSI Ngawur, Netizen: Itu Awal Kebohongan Publik

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 16 Januari 2024 | 20:36 WIB

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos), Kiki Daliyo memposting berita tentang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang telah merevisi Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) ke KPU, dari yang awalnya dana kampanye hanya Rp180 ribu menjadi Rp24 miliar.

Revisi laporan tersebut diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang menyampaikan LADK partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024.

LADK kali ini merupakan hasil perbaikan dari laporan yang pernah dirilis sebelumnya pada 7 Januari 2024 lalu. Pada data penyampaian LADK awal, PSI hanya melaporkan pengeluaran dana kampanye sebesar Rp180 ribu dan penerimaan Rp2 miliar.

Nilai pengeluaran dana kampanye yang kecil tersebut dianggap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak logis dan tak masuk akal.

Pada unggahannya, akun facebook Riski Ariani, menambahkan, "Ini partai ngawurnya kebangetan sih. Kalo salah input mungkin selisihnya gak begitu jomplang. Tp kalo ini jelas lebih gak mutu lagi. Masak dari 180k jadi 24M? PSI => Partai Salah Input."

Seperti diketahui, pengeluaran kampanye PSI untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sempat disorot publik hingga dikritik Bawaslu dianggap tak wajar, mengingat baliho PSI hampir tersebar di setiap bahu jalan sehingga sangat tak mungkin dana kampanye sekecil itu.

Postingan tersebut mendapat 230 komentar dan 301 respons, banyak dari netizen yang merasa janggal dengan PSI. Bahkan akun Riandika mengatakan mungkin saja nominalnya sedikit karena sebagian dibiayai oleh negara.

“Mungkin wajar... Pengeluaran cuma 180 ribu.. Kan pasang baliho sama bikin spaduk oknum aparat.. Jadi mungkin di biayai negara.. Kan yg jadi presiden bapak,” katanya.

Akun @Eman Eman mengatakan jika PSI merupakan sekumpulan anak muda yang haus kekuasaan. PSI kini telah berubah dari partai idealis menjadi partai yang rela melakukan apa pun demi merapat kepada kekuasaan.

“PSI itu banyak org muda dan pinter tp karena haus kekuasaan apapun dilakukan termasuk pemilihan ketua nya yg NOL pengalaman,” katanya.

“Itu awal kebohongan publik yg sangat tidak masuk akal. Emang liweutan abis segitu. Kasihan itulah butuhnya pengalaman dan kejujuran. Baru sudah blunder miris deh,” kata Darwita Darwita.

“PSI ini MAIN-MAIN ya!!! -->Masak negara Indonesia (yg memperolehnya dg tumpah darah & nyawa para Pahlawan) akan dibuat MAIN-MAIN.!!!," tegas Yono Ratna.

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah rincian perbaikan LADK parpol peserta Pemilu 2024:

1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Total penerimaan: Rp1.005.330.806

Total pengeluaran: Rp800.446.161

2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Total penerimaan: Rp2.841.667.200

Total pengeluaran: Rp1.097.908.714

3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Total penerimaan: Rp183.861.799.000

Total pengeluaran: Rp115.046.105.000

4. Partai Golongan Karya (Golkar)

Total penerimaan: Rp10.018.314.565

Total pengeluaran: Rp4.651.317.912

5. Partai NasDem

Total penerimaan: Rp7.781.026.469

Total pengeluaran: Rp7.631.655.294

6. Partai Buruh

Total penerimaan: Rp4.212.094.815

Total pengeluaran: Rp3.744.764.806

7. Partai Gelombang Rakyat Indonesia

Total penerimaan: Rp5.808.500.000

Total pengeluaran: Rp5.648.500.000

8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Total penerimaan: Rp12.711.929.760

Total pengeluaran: Rp8.243.335.838

9. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)

Total penerimaan: Rp453.048.200

Total pengeluaran: Rp42.700.400

10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Total penerimaan: Rp2.010.000.753

Total pengeluaran: Rp234.035.150

11. Partai Garda Republik Indonesia

Total penerimaan: Rp5.500.000.000

Total pengeluaran: Rp2.118.305.000

12. Partai Amanat Nasional (PAN)

Total penerimaan: Rp29.821.500.000

Total pengeluaran: Rp22.421.475.000

13. Partai Bulan Bintang

Total penerimaan: Rp301.300.000

Total pengeluaran: Rp228.300.000

14. Partai Demokrat

Total penerimaan: Rp8.748.860.395

Total pengeluaran: Rp3.914.375.079

15. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Total penerimaan: Rp33.055.522.406

Total pengeluaran: Rp24.130.721.406

16. Partai Perindo

Total penerimaan: Rp10.148.994.025

Total pengeluaran: Rp9.199.441.525

17. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Total penerimaan: Rp20.000.000.000

Total pengeluaran: Rp13.155.000.000

18. Partai Ummat

Total penerimaan: Rp479.128.518

Total pengeluaran: Rp478.137.200. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X