Sabtu, 13 Juni 2026

SURVEI CSIS Capres – Cawapres Desember 2023: Prabowo – Gibran Ungguli Ganjar – Mahfud MD

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 28 Desember 2023 | 20:27 WIB
SURVEI CSIS Capres – Cawapres Desember 2023: Prabowo – Gibran Ungguli Ganjar – Mahfud MD. (KlikSoloNews/dok)
SURVEI CSIS Capres – Cawapres Desember 2023: Prabowo – Gibran Ungguli Ganjar – Mahfud MD. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Survei Capres – Cawapres, CSIS menyebutkan pasangan nomor urut 2, PrabowoGibran mengungguli GanjarMahfud MD.

Lembaga pengkajian strategis dan lembaga swadaya masyarakat Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei calon presiden dan calon wakil presiden periode Desember 2023, pascadebat Capres – Cawapres digelar.

Dari hasil survei, CSIS menyebutkan mayoritas rakyat Indonesia memilih pasangan capres – cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Eksekutif CSIS Dr Yose Rizal Damuri memaparkan, Prabowo Subianto menempati posisi teratas sebagai capres paling populer dengan angka 97,2 persen.

Adapun capres dengan popularitas terendah disematkan kepada Ganjar Pranowo dengan angka 91,1 persen.

Yose Rizal menambahkan, survei tersebut juga merekam alasan masyarakat memilih calon presiden dengan pertimbangan jujur atau tidak korupsi, merakyat, dan tegas atau berwibawa.

“Mayoritas pemilih menginginkan capres berlatar belakang militer yang dinilai mampu bersikap tegas,” terang Yose dalam keterangan resmi diterima KlikSoloNews.

Tingkat elektabilitas Prabowo-Gibran pascadebat capres, dari hasil survei ini mendapat dukungan 43,7 persen dari seluruh provinsi di Indonesia. Disusul Anies-Muhaimin 26,1 persen, dan Ganjar-Mahfud 19,4 persen.

KLIK JUGA: Pengamat Undip: Jemput Capres Prabowo, Sikap Pj Gubernur Jateng Bertentangan dengan Netralitas

Sementara penilaian publik terhadap debat cawapres menempatkan Gibran dan Mahfud MD yang sukses dan menguasai materi.

Adapun tingkat elektabilitas berdasarkan zona, Prabowo - Gibran unggul di Sumatera (36,5 persen), Jakarta dan Banten (35,2 persen), Jawa Barat (50,9 persen), Jawa Timur (52 persen), Bali & Nusra (45,7 persen), Kalimantan (41,3 persen), Sulawesi dan Gorontalo (50 persen), serta Maluku Papua (57,5 persen).

Namun demikian pasangan ini kalah di Jawa Tengah dan Yogyakarta (36,5 persen). Sedangkan Ganjar - Mahfud unggul di Jawa Tengah dan Yogyakarta (43,5 persen).

“Pasangan Anies - Imin hanya unggul di Jakarta dan Banten dengan persentase sama dengan Prabowo - Gibran (35.2 persen),” tutur Yose Rizal Damuri.

Selain capres, lembaga yang berkantor pusat di Amerika Serikat, dan didukung beberapa tokoh politik seperti Sofyan Wanandi, Mari Elka Pangestu, J Kristiadi (Sekretaris Yayasan CSIS saat ini), Ria Moerdani (anak Jend. LB Moerdani) dan Kusnanto Anggoro (saat ini menjadi Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara) juga merilis tingkat kepercayaan publik pada institusi negara.

KLIK JUGA: CEK FAKTA: Polisi Temukan Gudang Penyimpanan Ijazah Palsu Gibran

Lembaga negara yang mendapat tingkat kepercayaan tertinggi adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebesar 91,2 persen, dan lembaga negara yang memperoleh tingkat kepercayaan terendah adalah Dewan Perwakilan Rakyat (56,2 persen).

Untuk elektabilitas partai politik, Partai Gerindra melesat 14,6 persen, Golkar (11,9 persen) dan PKS (11,8 persen). Sedangkan PDIP meski masih mencapai yang tertinggi yakin 16,4 persen, pada dasarnya turun dari survey pemilu sebelumnya (2014 dan 2019).

Yose Rizal Damuri mengemukakan, survei CSIS ini dilakukan pada 27 Desember 2023, dengan periode survei pada 13 - 18 Desember 2023 dan analisa pada 24 - 25 Desember 2023 dengan populasi tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei sebesar +/- 2,7% pasca debat calon presiden,” tambahnya.

KLIK JUGA: Dugaan Pencemaran Nama Baik, Kader PDIP Solo Laporkan Anggota DPRD Kota Solo Fraksi Golkar – PSI ke Polisi

Sementara itu Andre Ardi, peneliti dan kepala laboratorium M-Data Analytix Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) menyebut ketertarikan publik pada debat capres dan cawapres sangat tinggi.

"Masyarakat sangat antusias dan mengharapkan dalam debat Capres dan Cawapres berikutnya untuk mengubah pilihan atau menentukan pilihannya. Artinya rakyat mulai aware dan ingin membuktikan informasi hoax dan hate speech di media sosial tentang Capres/Cawapres,” kata Andre Ardi.

Hal ini memungkinkan salah satu Capres/Cawapres menjadi naik melejit dan memungkinkan menjadi drop setelah performa di debat kurang baik. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X