Sabtu, 13 Juni 2026

Sepatu AeroStreet Klaten Bangkit di Tengah Covid-19, Berkonsep Satu Harga Rp99.900

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 23 Desember 2020 | 06:22 WIB
KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM -- Produsen sepatu yang ber-home base di di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, tak terpengaruh dengan adanya krisis ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Produsen sepatu yang memiliki brand AeroStreet tersebut kini berkembang pesat selama pandemi.

Hebatnya, pangsa pasar AeroStreet 98 persen disokong dari penjualan online!

Aditya Caesarico, pemilik sekaligus penerus bisnis AeroStreet mengakui, awal pandemi “menjajah” Indonesia sangat berdampak pada kelangsungan usahanya.

Sekolah yang diliburkan dan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh ternyata berimbas signifikan pada omzet AeroStreet di pasar sepatu lokal.

“Awal pandemi itu omzet kami anjlok 90 persen. Sebelumnya memang kami fokus pada sepatu sekolah yang memiliki harga murah tapi berkualitas. Tapi pandemi itu membuat saya berpikir keras untuk berkreasi demi kelangsungan bisnis ini,” terang Rico sapaan karibnya.

Strategi penjualan pun diubah. Rico yang kini berusia 34 tahun tersebut mulai memaksimalkan e-commerce dengan iklan secara massif di media sosial (medsos) semacam Instagram yang sangat akrab bagi kalangan milenial.

“Strategi itu berhasil direspons pasar dengan positif. Lambat laun permintaan pasar kembali meningkat dan kami barengi dengan kreasi desain di masing-masing model sepatu, Tentu saja mengarah ke segmen milenial,” tuturnya.

Dari April 2020 hingga pertengahan Desember 2020 ini, penjualan AeroStreet naik signifikan. Penjualan tersebut 98 persen ditopang dari online dan permintaan pasar jauh dari ekspektasi.

Rico menuturkan, salah satu sepatu yang habis dalam waktu 30 menit saat dirilis di Instagram @aerostreet seri AeroStreet Tiger 2D Cartoon yang laku terjual 2.880 pasang hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

“Saat ini kami lagi memproduksi ulang seri 2D tersebut dengan jumlah 2.880 pasang. Harga yang dijual semua seri sama, yakni Rp99.900,” ucapnya.

Konsep satu harga ini pun sangat menarik dibahas. Menurutnya, harga jual tersebut sudah masuk dalam perhitungan detail perusahaannya.

“Harga murah, tapi kualitas boleh diadu kok. Kami jamin sepatu AeroStreet kuat dan berkualitas, walaupun harganya murah dan ringan di kantong,” ucapnya.

Dalam waktu dekat ini, Rico akan kembali merilis sepatu sneaker bertajuk #LokalTakGentar dengan harga yang sama, Rp99.900.

“Pokoknya harga kita tidak akan beda, semuanya sama walaupun berbeda-beda jenis dan motif, yakni Rp99.900,” tegasnya.

Gerakan #LokalTakGentar tersebut berlatar dari keresahan Rico atas maraknya sepatu asli tapi palsu (aspal) alias KW yang sekarang menjamur di pasaran.

Harga sepatu KW dengan brand-brand terkenal tersebut dibanderol Rp150 ribu ke atas, namun secara kualitas sangat jauh dengan sepatu produksi Rico.

“Sepatu lokal Indonesia sekarang kualitasnya bagus-bagus kok. Bagi saya #LokalTakGentar ini sebagai bentuk perlawanan dan menunjukkan jika sepatu produksi dalam negeri bisa bersaing dengan brand luar negeri,” urainya.

AeroStreet saat ini mempekerjakan 1.400 karyawan dengan kapasitas produksi 7.200 pasang dan menuju 9.000 pasang sepatu per hari. Untuk motif dan model, AeroStreet memiliki ratusan model yang sudah beredar seluruh Indonesia. (KS01-01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X