Unggahan terkait arogansi Danrem 072 Pamungkas tersebut mendapatkan ragam komentar warganet lainnya.
"Bapak itu Danrem 072/Pamungkas Jogja. Event larinya di Jogja. Masa ngga bisa koordinasi dulu sama panitiya bagaimana kalau mau ikut lari dengan bawa ajudan. Mungkin gengsi ya, merasa Jogja sudah dalam genggamannya.. Makanya yg humbel pak," tulis @Wahiedz.
"Semoga ini bukan cuma viral doang. TNI harusnya bersihin dulu kultur arogansi di internal sebelum ikut-ikutan main di ranah sipil macam ngurus koperasi desa ????," sahut @_fznnnn.
"Mreka pikir ini lomba lari 17 Agustusan di baraknya," cetus @BlekoTheCat.
"Bukannya tentara ada puspom tni ya?? Tapi mungkin gak berlaku karena yang bersangkutan ini ada bintangnya.
Paling minta maaf, panitia lari juga nanti ikut mendukung (karena hmmm) udah beres. Sesederhana itu," tulis growwing_1.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait identitas pria tersebut maupun alasan keberadaannya di lintasan tanpa menggunakan nomor peserta.
Baca Juga: Polda Bali Gagalkan Perdagangan 21 Penyu Hijau di Buleleng, Satu Pelaku Ditangkap
Mandiri Jogja Marathon 2026 sendiri merupakan salah satu ajang lari terbesar di Indonesia yang diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah dan negara.
Dalam pelaksanaannya, penyelenggara menerapkan aturan ketat terkait keamanan dan keselamatan peserta, termasuk kewajiban penggunaan BIB bagi setiap pelari yang berada di jalur lomba.(*)