Sabtu, 13 Juni 2026

Nenek Tak Bisa Beli Roti O karena Tak Punya QRIS, Picu Protes Warganet

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 21 Desember 2025 | 10:30 WIB
Nenek Tak Bisa Beli Roti O karena Tak Punya QRIS, Picu Protes Warganet. (KlikSoloNews/dok)
Nenek Tak Bisa Beli Roti O karena Tak Punya QRIS, Picu Protes Warganet. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria yang meluapkan kekesalannya terhadap sebuah toko Roti O di Monas yang menolak pembayaran menggunakan uang tunai.

Video viral tersebut diunggah akun TikTok @ArliusZebua dan langsung menyedot perhatian warganet.

Dalam video itu, pria tersebut tampak emosi setelah mengetahui seorang nenek tidak dapat membeli roti karena hanya membawa uang tunai. Pihak toko disebut menerapkan kebijakan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS sebagai satu-satunya metode transaksi.

“Ini uang resmi negara, alat pembayaran yang sah di Indonesia!” ujar pria tersebut dengan nada tinggi dalam rekaman video yang kini ramai dibagikan.

Videeo viral tersebut diketahui terjadi di gerai Roti O kawasan Halte Busway Monas, Jakarta. Kebijakan toko yang tidak menerima uang tunai menuai kritik karena dinilai menyulitkan sebagian masyarakat, khususnya lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Aksi pria tersebut disebut dipicu oleh rasa empati terhadap sang nenek yang gagal bertransaksi akibat keterbatasan metode pembayaran.

Layangkan Somasi Terbuka ke Manajemen

Tak hanya memprotes secara langsung, pria dalam video itu juga melayangkan somasi terbuka kepada Direktur PT Sebastian Citra Indonesia, selaku pengelola merek Roti O. Ia menyatakan keberatan atas standar operasional prosedur (SOP) transaksi yang hanya menerima pembayaran QRIS.

“Saya merasa dirugikan dengan kebijakan tidak menerima uang tunai. Apabila somasi ini tidak ditanggapi, saya akan pikir-pikir mau makan Roti O lagi atau tidak,” tulisnya dengan nada menyindir.

Unggahan tersebut memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Sebagian warganet mendukung sikap pria tersebut dan menilai uang tunai tetap harus diterima karena merupakan alat pembayaran sah di Indonesia.

Namun, tidak sedikit pula yang membela pihak toko dengan alasan efisiensi operasional, keamanan transaksi, serta dorongan digitalisasi pembayaran.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen Roti O belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik penolakan pembayaran tunai yang viral di media sosial tersebut.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X