Jumat, 12 Juni 2026

Kota Solo Dilewati! Serentak di 11 Kota, Lebih dari 8.000 Peserta Ramaikan Indonesia Menari 2025

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:30 WIB
Kota Solo Dilewati! Serentak di 11 Kota, Lebih dari 8.000 Peserta Ramaikan Indonesia Menari 2025. (KlikSoloNews/dok Galeri Indonesia Kaya)
Kota Solo Dilewati! Serentak di 11 Kota, Lebih dari 8.000 Peserta Ramaikan Indonesia Menari 2025. (KlikSoloNews/dok Galeri Indonesia Kaya)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap seni tari kembali terlihat melalui gelaran Indonesia Menari 2025 yang berlangsung serentak di 11 kota besar di seluruh Indonesia.

Tahun ini, acara berhasil melibatkan lebih dari 8.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari sanggar tari, komunitas, hingga pelajar dan mahasiswa.

Indonesia Menari 2025 kembali hadir di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang, serta untuk pertama kalinya mengunjungi Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang.

Meski Kota Solo tidak termasuk salah satu kota penyelenggara tahun ini, gelaran tetap sukses menarik perhatian masyarakat di kota-kota lain.

Para peserta datang dari berbagai kalangan, mulai generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, hingga perwakilan sekolah dan universitas. Mereka menampilkan kemampuan terbaik dalam koreografi yang telah ditentukan, sambil memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah persembahan Indonesia Kaya.

“Total pendaftar mencapai 35.000 orang, didominasi rentang usia 25-35 tahun sebesar 42%. Kelompok usia 16-24 tahun mencapai 30%, peserta di bawah 15 tahun 20%, dan peserta di atas 36 tahun 8%. Surabaya menjadi kota dengan jumlah pendaftar terbanyak, hampir 9.000 orang, sedangkan Palembang memiliki kuota peserta terbesar, 1.200 orang,” terang Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya.

Tahun ini, Indonesia Menari menggunakan koreografi khusus karya Bathara Saverigadi Dewandoro, penari dan koreografer muda yang juga meraih prestasi di Indonesia Mencari Bakat dan PON 2024. Koreografi ini menonjolkan gerakan tangan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Tarian diiringi medley 8 lagu daerah yang diaransemen modern oleh Alffy Rev, meliputi Sinanggar Tulo (Sumatera Utara), Kicir-Kicir (DKI Jakarta), Cing Cangkeling (Jawa Barat), Anging Mamiri (Sulawesi Selatan), Rek Ayo Rek (Jawa Timur), Indung-Indung (Kalimantan Timur), Si Patokaan (Sulawesi Utara), dan Rasa Sayange (Maluku).

Kombinasi antara tradisi dan musik kontemporer menciptakan pengalaman menari yang modern sekaligus tetap menghargai kekayaan budaya Indonesia.

Format dan Penilaian Kompetisi

Setiap kelompok peserta terdiri dari 5-7 orang tanpa batasan usia. Peserta diwajibkan menggunakan kostum bertema etnik modern dan membawakan koreografi tanpa mengubah gerakan inti, namun diperbolehkan menyesuaikan pola lantai dan komposisi.

Setiap kota menari secara serentak dua putaran tepat pukul 13.00 WIB. Para juri lapangan kemudian memilih kelompok terbaik untuk maju ke final di panggung utama.

Penilaian dilakukan berdasarkan Kekompakan tim, Kreativitas pola lantai dan komposisi koreografi, dan Semangat kolektif peserta

Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya, menegaskan konsistensi Indonesia Menari sebagai wadah apresiasi tari Nusantara yang modern, segar, dan inklusif.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X