JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Profesi marshaller pesawat atau sering disebut “tukang parkir pesawat” memiliki peran strategis di bandara.
Dengan gerakan tangan dan isyarat khusus, mereka memastikan pesawat bisa bergerak aman di apron, menghindari risiko tabrakan, sekaligus mempercepat turnaround time pesawat.
Berapa gaji marshaller pesawat? Dilansir hariankota, jejaring KlikSoloNews, menurut data Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, gaji marshaller di Indonesia berkisar Rp4–7 juta per bulan atau setara Rp48–84 juta per tahun. Jumlah itu belum termasuk tunjangan makan, transportasi, hingga insentif kinerja.
Sementara di Amerika Serikat, gaji marshaller rata-rata mencapai 2.589 USD per bulan atau sekitar Rp42 juta (kurs Januari 2025).
Permintaan tenaga kerja marshaller terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan industri penerbangan.
Pasar Ground Support Equipment (GSE) diproyeksikan tumbuh hingga US$10 miliar pada 2025 dan mencapai US$11,5 miliar pada 2030.
Pasar Ground Handling Global melonjak dari US$32,4 miliar (2023) menjadi US$83,8 miliar (2033) dengan CAGR sekitar 10,1%.
Pertumbuhan tercepat terjadi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, didorong oleh ekspansi bandara dan modernisasi armada maskapai.
Pascapandemi, industri penerbangan menghadapi krisis tenaga kerja. Data IATA menunjukkan 37% profesional memperkirakan kekurangan staf berlanjut hingga akhir 2023. Selanjutnya 60% menilai masih kekurangan tenaga ahli untuk menjaga operasional lancar. Sementara Jepang bahkan melaporkan jumlah staf ground handling turun hingga 20% sejak 2019.
Meski digitalisasi dan otomatisasi seperti e-GSE makin berkembang, peran manusia tetap krusial—terutama saat situasi darurat yang membutuhkan keputusan cepat.
Permintaan tenaga marshaller diperkirakan terus meningkat hingga 2025 dan seterusnya. Tenaga dengan sertifikasi keselamatan, komunikasi, dan efisiensi operasional akan lebih dicari oleh perusahaan ground handling.
Dengan tren ini, profesi marshaller menawarkan peluang karier jangka panjang yang menjanjikan, khususnya bagi generasi muda yang siap mengikuti pelatihan profesional di bidang penerbangan. (KS01)