Jumat, 12 Juni 2026

BOGAMANIA: Lontong Gebyur, Kuliner Khas Jepara yang Mulai Naik Daun Lewat Gerobak Motor Abdurrahman

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 4 Agustus 2025 | 15:30 WIB
BOGAMANIA: Lontong Gebyur, Kuliner Khas Jepara yang Mulai Naik Daun Lewat Gerobak Motor Abdurrahman. (KlikSoloNews/dok)
BOGAMANIA: Lontong Gebyur, Kuliner Khas Jepara yang Mulai Naik Daun Lewat Gerobak Motor Abdurrahman. (KlikSoloNews/dok)

JEPARA, KLIKSOLONEWS.COM -  Kabupaten Jepara tak hanya dikenal dengan ukiran dan pantainya yang memesona, namun juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang menggugah selera.

Salah satu makanan khas yang kini mulai naik daun adalah Lontong Gebyur, sajian sederhana namun kaya cita rasa.

Adalah Abdurrahman Sholeh (25), warga Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara, yang kini menjadi salah satu pelestari kuliner khas ini.

Berbekal sepeda motor yang dimodifikasi menjadi gerobak, Abdurrahman menjajakan Lontong Gebyur dengan berkeliling wilayah Kecamatan Jepara.

Meskipun baru berjualan sekitar dua bulan, pria yang akrab disapa Rohman ini telah berhasil mencuri perhatian pecinta kuliner lokal.

“Ini resepnya dari Mbah Buyut, terus turun ke Mbah, ke Ibu, dan sekarang ke saya. Jadi resepnya turun-temurun,” ujar Rohman saat ditemui di lokasi jualannya, depan Gedung Haji Jepara, Senin 4 Agustus 2025, dilansir jatengNOW, jejaring KlikSoloNews.

Lontong Gebyur yang dijual Rohman terdiri dari potongan lontong yang disajikan dengan tauge, tahu semur, dan udang. Seluruhnya disiram dengan kuah khas yang kaya rempah dan berbahan dasar kaldu udang serta gula merah.

“Kuahnya ini beda, pakai rempah-rempah dan gula merah. Kalau yang lain biasanya kuahnya bening,” jelasnya.

Bagi pembeli yang memiliki alergi terhadap udang, Rohman menyediakan alternatif topping berupa telur semur, tanpa mengurangi kelezatan sajian.

“Khasnya memang pakai udang, tapi saya sediakan topping lain, kayak telur, biar semua bisa makan,” imbuhnya.

Harga Ramah di Kantong

Meski cita rasanya khas dan proses pembuatannya rumit, harga seporsi Lontong Gebyur sangat bersahabat. Hanya Rp10 ribu per porsi, dan jika ditambah telur semur, cukup menambah Rp3 ribu saja.

“Saya jual dari jam 06.30 sampai sekitar jam 13.00 WIB, atau sampai habis. Biasanya laku 40 porsi per hari, kalau hari libur bisa sampai 60 porsi,” ungkap Rohman.

Peralihan profesi dari tukang kayu menjadi penjual kuliner bukanlah hal yang mudah bagi Rohman. Namun semangat dan warisan resep keluarga menjadi motivasi kuat untuk melestarikan kuliner khas daerahnya.

Dengan konsep sederhana namun penuh makna, Lontong Gebyur ala Rohman tak hanya memanjakan lidah, tapi juga menjadi bukti bahwa kuliner tradisional bisa tetap hidup dan berkembang, bahkan dari atas gerobak motor.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X