Jumat, 12 Juni 2026

Gen Z Hidupkan Kembali Blackberry lewat Petisi, jadi Perlawanan Kecanduan Smartphone

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 30 Juli 2025 | 15:30 WIB
Gen Z Hidupkan Kembali Blackberry, jadi Perlawanan Kecanduan Smartphone. (KlikSoloNews/dok)
Gen Z Hidupkan Kembali Blackberry, jadi Perlawanan Kecanduan Smartphone. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COMBlackberry, ponsel ikonik yang sempat menguasai dunia pada era 2000-an, kini kembali mencuri perhatian.

Menariknya, kebangkitan ini bukan dipicu oleh peluncuran produk baru, melainkan oleh gelombang antusiasme dari Generasi Z—kelompok yang bahkan sebagian besar belum pernah mencicipi Blackberry di masa jayanya.

Tren ini mulai viral di TikTok. Tagar #blackberry telah digunakan ratusan ribu kali, menampilkan video Gen Z yang membeli Blackberry bekas dari e-commerce, memamerkan bunyi keyboard fisik yang khas, hingga menjadikannya properti ASMR (autonomous sensory meridian response).

Tak berhenti di media sosial, sebuah petisi online bahkan telah diluncurkan untuk meminta Blackberry ‘dihidupkan’ kembali. Petisi ini dimotori  Kevin Michaluk, pendiri komunitas penggemar Blackberry di laman www.bringbackblackberry.com.

“Blackberry kembali. Bukan karena diproduksi ulang, tapi karena generasi TikTok menganggapnya keren. Lagi,” tulis Kevin di CrackBerry, Rabu 23 Juli 2025.

Kenapa Gen Z Tertarik pada Blackberry?

Menurut Kevin, alasan utamanya adalah kejenuhan terhadap penggunaan smartphone yang serba digital dan adiktif. Blackberry, dengan desain klasik dan tombol fisiknya, menawarkan pengalaman berbeda yang lebih fokus pada komunikasi dan produktivitas.

Harga Blackberry bekas yang jauh lebih murah dibanding smartphone flagship seperti iPhone juga menjadi daya tarik. Di tengah tren gaya hidup minimalis dan digital detox, Blackberry dianggap sebagai solusi stylish untuk menghindari kecanduan layar.

“Dulu smartphone menyenangkan, sekarang orang kecanduan. Mereka ingin kembali ke masa-masa sederhana,” kata Pascal Forget, kolumnis teknologi asal Montreal.

Meski kembali digemari, banyak fitur Blackberry yang sudah tak berfungsi. Sistem operasi Blackberry OS resmi dimatikan sejak 4 Januari 2022, termasuk layanan khas seperti BBM, browser bawaan, dan push email.

Namun, justru keterbatasan itu menjadi keunggulan tersendiri. Banyak Gen Z menggunakan Blackberry hanya untuk menelepon, mengirim SMS, atau sekadar gaya. Tanpa notifikasi media sosial yang terus-menerus, perangkat ini dianggap lebih mendukung keseimbangan hidup.

Kini, Blackberry bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga simbol gaya hidup alternatif—vintage, anti-mainstream, dan anti-kecanduan digital. Bagi sebagian Gen Z, memegang Blackberry bukan sekadar nostalgia, tapi juga pernyataan identitas: memilih yang lama karena sadar akan yang baru.

Tren ini menunjukkan bahwa teknologi lama bisa bangkit kembali jika mampu menyentuh sisi emosional dan nilai-nilai baru dari generasi masa kini. Blackberry telah berubah dari alat bisnis menjadi ikon budaya baru yang menolak arus digital yang terlalu cepat.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X