Minggu, 14 Juni 2026

Fenomena Rojali Marak di Mal, Industri F&B Justru Panen Untung

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 30 Juli 2025 | 15:08 WIB
Fenomena Rojali Marak di Mal, Industri F&B Justru Panen Untung. (KlikSoloNews/dok)
Fenomena Rojali Marak di Mal, Industri F&B Justru Panen Untung. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Fenomena unik tengah terjadi di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia.

Muncul kelompok pengunjung yang hanya datang untuk bersantai, tapi jarang melakukan transaksi pembelian dalam jumlah signifikan. Kelompok ini dikenal dengan istilah "Rojali" alias rombongan jarang beli.

Kondisi tersebut disoroti Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah. Ia menyebutkan tren ini paling terasa di sektor makanan dan minuman (food & beverage/F&B), terutama di gerai-gerai seperti J.Co atau Starbucks.

“Biasanya yang datang lima orang, yang beli cuma satu. Tapi mereka nongkrong bareng. Jadi memang sekarang perilaku konsumennya bergeser, mal itu jadi tempat meeting atau kumpul-kumpul,” ujar Budihardjo, Kamis 24 Juli 2025.

Meski terkesan merugikan, justru industri F&B tak melihat fenomena ini sebagai hambatan. Sebaliknya, Budihardjo mengungkapkan bahwa omzet sektor F&B justru mengalami peningkatan hingga 5–10 persen.

Hal ini disebabkan karena pengunjung mal, walaupun awalnya hanya berjalan-jalan atau menemani teman, tetap cenderung membeli makanan atau minuman saat merasa lapar atau haus setelah berkeliling.

“Yang paling diuntungkan ya F&B. Orang muter-muter mal, akhirnya haus, ya beli minuman. Mereka masuk kafe pasti minimal beli sesuatu,” jelasnya.

Budihardjo juga menambahkan bahwa beberapa pengunjung memang tidak langsung membeli barang di toko fisik, namun melakukan transaksi secara daring setelah melihat-lihat produk di mal.

Oleh karena itu, banyak pelaku usaha F&B kini juga aktif mengembangkan kanal penjualan online untuk menjangkau konsumen dari berbagai arah.

“Sekarang setelah makan dia enggak beli (di toko), tapi belinya online. Karena itu kami juga jualan F&B lewat online,” imbuhnya.

Dengan perilaku konsumen yang semakin dinamis dan tidak melulu berorientasi pada transaksi langsung, pelaku usaha ritel dan F&B perlu terus beradaptasi.

Salah satunya dengan menjadikan tempat usaha sebagai ruang sosial yang nyaman dan menarik, sekaligus memperkuat layanan digital mereka.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X