Jumat, 12 Juni 2026

Harga Rokok Pabrikan Mahal, saatnya Tingwe jadi Pilihan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 1 Juni 2025 | 18:02 WIB
Harga Rokok Pabrikan Mahal, saatnya Tingwe jadi Pilihan. (KlikSoloNews/dok JatengNOW-Nurcahyo Adianto)
Harga Rokok Pabrikan Mahal, saatnya Tingwe jadi Pilihan. (KlikSoloNews/dok JatengNOW-Nurcahyo Adianto)

JEPARA, KLIKSOLONEWS.COM – Harga rokok pabrikan yang kian melonjak membuat banyak perokok di Jepara mulai beralih ke solusi yang lebih ramah di kantong: tingwe, alias linting dewe. Tradisi lama ini kembali hidup sebagai respons atas mahalnya biaya untuk membeli rokok kemasan.


Dari yang sebelumnya dibanderol Rp20.000 hingga Rp22.000, kini harga sebungkus rokok bisa menembus Rp35.000 bahkan Rp40.000. Kenaikan drastis ini membuat para perokok harus memutar otak agar tetap bisa merokok tanpa membebani pengeluaran harian.


“Sekarang beli rokok satu bungkus hampir Rp40 ribu. Kalau tiap hari beli, jelas berat. Sekarang saya lebih sering beli tembakau dan linting sendiri,” ungkap Daryanto, warga Kuwasen, Jepara, Minggu 1 Juni 2025, dilansir JatengNOW, jejaring KlikSoloNews.


Pilihan tingwe tak hanya menjadi alternatif murah, tetapi juga mulai digemari kembali oleh berbagai kalangan.


Hal itu dirasakan Agus Supriyanto, pedagang tembakau lintingan asal Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan. Sejak 2020, ia menyediakan berbagai jenis tembakau potong dari berbagai daerah, lengkap dengan rasa khas yang menyerupai rokok pabrikan maupun varian aroma buah.


“Pelanggan paling banyak cari Surya Supreme, Samsoe Refill, dan Surya ORI. Mereka biasanya cari yang rasanya mirip rokok biasa,” kata Agus.


Dalam satu bulan, Agus mampu menjual 50 hingga 70 kilogram tembakau tingwe. Ia menyuplai stok dari berbagai wilayah penghasil tembakau seperti Malang, Pasuruan, Nganjuk, Kudus, dan Cilacap.


-


Menurut Agus, meningkatnya peminat tingwe juga membuka ruang untuk menjaga tradisi lokal yang mulai tergerus zaman.


“Ini sebenarnya budaya nenek moyang kita. Jadi selain lebih hemat, kita juga ikut melestarikan kearifan lokal,” tambahnya.


Soal rasa, menurutnya, rokok tingwe tak kalah nikmat dibanding rokok bermerek. Yang membedakan hanyalah kemasan dan harga. “Cuma Rp30 ribu bisa dapat satu ons. Itu bisa dilinting jadi 80 batang lebih,” jelasnya.


Di tengah maraknya rokok ilegal tanpa cukai, tingwe juga dianggap sebagai pilihan legal dan aman secara hukum. Praktik linting dewe ini tak hanya membantu masyarakat berhemat, tapi juga mencegah mereka terjebak dalam konsumsi rokok ilegal. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X