Sabtu, 13 Juni 2026

Mitos Menyapu Malam Hari: Tolak Rezeki atau Cuma Soal Penerangan?

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Selasa, 15 April 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi sapu. (Foto: Unsplash/Neal e Johnson)
Ilustrasi sapu. (Foto: Unsplash/Neal e Johnson)

KLIKSOLONEWS.COM — Di balik kebiasaan sederhana seperti menyapu, masyarakat Jawa menyimpan kepercayaan lama yang masih bertahan hingga hari ini.

Salah satunya adalah larangan menyapu rumah di malam hari. Aktivitas ini diyakini bisa mengusir rezeki dan bahkan mengundang makhluk halus masuk ke dalam rumah. Tapi benarkah demikian?

Bagi masyarakat tradisional Jawa, kotoran atau debu di dalam rumah bukan sekadar sampah. Secara simbolis, mereka menyebutnya sebagai rezeki yang belum sempat “dikelola”.

Maka, menyapunya keluar rumah di malam hari diyakini sebagai tindakan menolak rezeki secara tidak sadar. Tak heran, orang tua zaman dulu kerap melarang anak-anak mereka untuk memegang sapu saat hari mulai gelap.

Selain soal rezeki, ada pula dimensi mistis yang menyelimuti mitos ini. Malam hari dalam kepercayaan lokal dianggap sebagai waktu beraktivitasnya makhluk halus.

Menyapu bisa diartikan sebagai bentuk ‘gangguan’ terhadap keberadaan mereka. Akibatnya, bisa mendatangkan sial atau gangguan spiritual pada penghuni rumah.

Namun demikian, jika ditelisik dari sisi logis, larangan ini rupanya bisa dijelaskan secara masuk akal. Pada masa lalu, penerangan di rumah-rumah sangat terbatas.

Aktivitas menyapu di malam hari akan sulit dilakukan secara bersih dan bisa mengganggu anggota keluarga lain yang sedang beristirahat. Debu justru bisa beterbangan ke mana-mana, dan sapuan tidak maksimal.

Maka, larangan tersebut bisa dimaknai sebagai bentuk kearifan lokal untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Meskipun zaman telah berubah, dan lampu kini tersedia di setiap sudut rumah, sebagian masyarakat masih memilih untuk menghormati petuah leluhur ini. Bukan karena takut, tetapi lebih pada penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan spiritual yang telah diwariskan turun-temurun.

Mitos menyapu di malam hari kini menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang mencerminkan bagaimana masyarakat Jawa dahulu hidup berdampingan dengan alam dan dunia spiritual.

Entah itu dipercaya secara harfiah atau hanya dijadikan pengingat untuk hidup tertib, mitos ini masih memiliki tempat tersendiri di hati banyak orang.

Percaya atau tidak, semua kembali pada keyakinan masing-masing. Tapi kalau rumahmu kotor malam-malam, kamu masih berani ambil sapu? (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X