Jumat, 12 Juni 2026

Ayam Berkokok Tengah Malam, Mitos atau Fakta Ilmiah yang Tersembunyi?

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Selasa, 15 April 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi ayam jantan. (Foto: Unsplash/David Brooke)
Ilustrasi ayam jantan. (Foto: Unsplash/David Brooke)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Suara ayam berkokok biasanya menjadi pertanda datangnya pagi. Namun, bagaimana jika ayam berkokok di tengah malam?

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, hal ini bukan sekadar fenomena biasa, melainkan diyakini sebagai pertanda mistis yang memiliki makna tersendiri, mulai dari kehadiran makhluk halus hingga isyarat alam gaib.

Kepercayaan ini ternyata tidak hanya hidup dalam mitos masyarakat, tetapi juga memiliki relevansi dalam perspektif ilmiah dan spiritual.

Penelitian dari Joseph Corba, seorang ilmuwan dari Universitas Washington, menemukan bahwa ayam memiliki struktur retina yang berbeda dengan manusia.

Jika manusia hanya memiliki tiga jenis kerucut retina untuk melihat warna merah, hijau, dan biru, ayam memiliki kerucut tambahan yang memungkinkannya melihat cahaya ultraviolet. Hal ini membuat ayam dapat mendeteksi hal-hal yang tak kasat mata bagi manusia.

Tak hanya dari sisi sains, dalam ajaran Islam pun terdapat penjelasan menarik tentang fenomena ini.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika mendengar ayam berkokok, hendaknya umat Islam memohon karunia kepada Allah karena ayam tersebut sedang melihat malaikat.

Penjelasan serupa terdapat dalam buku The Power of Tahajud karya Ahmad Farid, yang menyebut bahwa kokok ayam bisa menjadi penanda turunnya malaikat ke bumi.

Di sisi lain, dalam tradisi Jawa kuno, suara ayam di malam hari kerap dikaitkan dengan berbagai pertanda yang bergantung pada waktu kokoknya. Jika ayam berkokok pada pukul 9 malam, diyakini akan terjadi fitnah di lingkungan sekitar.

Pada pukul 10 malam, dipercaya akan muncul aib yang terbongkar. Sementara itu, jika ayam berkokok tepat tengah malam, masyarakat dulu meyakini bahwa ayam sedang melihat makhluk halus yang tengah melintas di sekitarnya.

Malik Ibnu Zaman dalam bukunya Catatan Mistis juga menyebut bahwa ayam memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap kehadiran entitas tak kasat mata, termasuk malaikat atau makhluk gaib lainnya.

Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah secara mutlak, temuan tentang penglihatan ayam yang mampu menangkap cahaya ultraviolet memberi kemungkinan bahwa ada dasar biologis di balik keyakinan tersebut.

Fenomena ayam berkokok di malam hari pada akhirnya menjadi contoh menarik bagaimana budaya, ilmu pengetahuan, dan agama dapat saling bersinggungan.

Apakah itu sekadar mitos atau fakta yang belum sepenuhnya terungkap, semuanya kembali pada keyakinan masing-masing individu. Namun, di balik kokok yang terdengar biasa itu, bisa jadi tersimpan pesan-pesan yang selama ini luput kita sadari. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X