SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Di tengah mobilitas tinggi dan kekhawatiran akan keselamatan orang tercinta, Google Maps menjelma menjadi lebih dari sekadar aplikasi penunjuk arah.
Dengan fitur berbagi lokasi real-time, aplikasi ini kini kian diandalkan sebagai alat pemantau posisi keluarga yang praktis dan aman.
Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan lokasi terkini kepada orang terdekat seperti pasangan, anak, atau kerabat hanya dalam hitungan detik. Tak hanya lokasi, penerima juga bisa melihat estimasi waktu tiba, level baterai perangkat, hingga rute perjalanan.
Langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur ini pun cukup mudah. Pengguna cukup:
- Masuk ke akun Google di aplikasi Maps.
- Tambahkan alamat Gmail penerima ke daftar kontak.
- Buka menu “Location Sharing”, pilih “New Share”, tentukan durasi, dan pilih kontak penerima.
Jika ingin berhenti berbagi, pengguna bisa mengakses kembali menu yang sama dan memutus akses lokasi kapan saja.
Tak hanya berbagi lokasi, Google Maps juga menyediakan fitur “Share trip progress” yang memungkinkan pengguna membagikan progres perjalanan dan estimasi waktu tiba secara langsung. Fitur ini sangat berguna untuk menunjukkan keterlambatan atau estimasi sampai saat pulang kerja, menjemput ( anak, atau dalam perjalanan liburan bersama.
Menariknya, pengguna tetap memegang kendali penuh atas privasi. Mereka bisa menolak atau bahkan memblokir permintaan berbagi lokasi dari seseorang. Pemblokiran ini bersifat menyeluruh untuk seluruh layanan Google, namun bisa dicabut kapan pun melalui menu "Blocked users".
Menurut laporan Statista 2024, lebih dari 1 miliar orang di dunia menggunakan Google Maps setiap bulannya, menjadikannya salah satu aplikasi navigasi paling populer dan terpercaya.
“Fitur berbagi lokasi ini memberikan rasa aman, terutama bagi orang tua yang ingin memastikan anak-anaknya sampai tujuan dengan selamat,” ujar Rina Wulandari, pakar teknologi keluarga dari Digital Wellbeing Institute Indonesia.
Selain untuk keluarga, fitur ini juga mendukung kerja tim di lapangan, aktivitas komunitas, dan koordinasi dalam keadaan darurat. Dalam situasi bencana, misalnya, fitur ini dapat mempercepat proses evakuasi dan pelacakan lokasi korban atau relawan.
Dengan kemampuannya yang makin canggih, Google Maps tampaknya tak lagi sekadar pemandu arah, melainkan juga mitra dalam menjaga konektivitas dan keamanan di era digital. (KS06)