Jumat, 12 Juni 2026

Kupas Kulit Buah, Bukan Cuma Cuci: Studi Ungkap Cara Efektif Hilangkan Pestisida

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Selasa, 8 April 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi mencuci buah dengan air belum menghilangkan jejak pestisida di kulit luarnya. (Foto: Unsplash/Harpreet Singh)
Ilustrasi mencuci buah dengan air belum menghilangkan jejak pestisida di kulit luarnya. (Foto: Unsplash/Harpreet Singh)

KLIKSOLONEWS.COM – Kebiasaan mencuci buah dan sayur hanya dengan air mengalir ternyata belum cukup untuk menghilangkan pestisida secara menyeluruh.

Temuan mengejutkan ini diungkap oleh para ilmuwan dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nano Letters dari American Chemical Society.

Dalam riset tersebut, peneliti menggunakan teknik spektroskopi canggih bernama Surface-Enhanced Raman Spectroscopy (SERS) untuk mendeteksi jejak pestisida yang menembus hingga ke dalam lapisan daging buah, bukan hanya tertinggal di kulit luar.

“Studi ini bukan untuk menakut-nakuti konsumen, melainkan memberikan panduan yang lebih akurat soal keamanan pangan. Mengupas buah terbukti lebih efektif dalam menghilangkan hampir semua residu pestisida dibanding hanya mencuci,” ujar Dongdong Ye, salah satu peneliti utama dalam laporan tersebut.

Tim peneliti menyemprotkan dua jenis pestisida, yakni thiram dan carbendazim, ke permukaan apel.

Setelah dikeringkan dan dicuci dengan air seperti yang biasa dilakukan konsumen, buah-buahan tersebut diperiksa menggunakan membran NWCM-Ag—lapisan fleksibel dan transparan berbahan dasar hidrogel selulosa yang dirancang untuk mendukung teknik SERS.

Hasilnya, jejak pestisida tetap terdeteksi, tidak hanya di kulit, tetapi juga di lapisan tipis daging buah. Pengupasan lebih dari 30 mikrometer terbukti mampu menghilangkan kontaminan secara signifikan.

“Metode pencucian tradisional gagal sepenuhnya membersihkan residu. Pengupasan menjadi solusi efektif untuk menghindari bahaya pestisida yang menempel di epidermis dan jaringan daging buah dekat kulit,” tulis laporan studi.

SERS sendiri merupakan teknik pencitraan non-destruktif yang sangat sensitif, dan memungkinkan deteksi konsentrasi zat berbahaya dengan efisiensi tinggi.

Teknologi ini diprediksi akan semakin luas penggunaannya dalam keamanan pangan, mulai dari memeriksa kualitas beras, cabai bubuk, mentimun, hingga produk laut seperti udang. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X