JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Industri perfilman Indonesia baru saja mencatatkan prestasi gemilang melalui film horor terbaru, Pabrik Gula. Film yang diproduksi MD Pictures ini berhasil menembus pasar internasional dengan pemutaran perdana di bioskop prestisius AMC The Grove, Los Angeles, Amerika Serikat.
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kualitas sinema Indonesia yang semakin diakui dunia, tetapi juga menjadi tonggak baru bagi genre horor Indonesia di panggung global.
Pemutaran perdana Pabrik Gula di Los Angeles mendapat sambutan hangat dari penonton Amerika Serikat, yang memenuhi bioskop untuk menyaksikan film horor tersebut.
CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme penonton yang sangat luar biasa, yang membuktikan bahwa film horor Indonesia kini memiliki tempat di hati audiens internasional.
"Respon positif dari penonton Indonesia terhadap Pabrik Gula sangatlah menggembirakan, dan kami sangat bangga dapat memperkenalkan film ini kepada audiens internasional. Pemutaran perdana ini adalah langkah penting dalam membawa sinema Indonesia ke panggung dunia," ujar Manoj Punjabi di Jakarta pada 1 Maret 2025, dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.
Acara pemutaran perdana di Los Angeles semakin meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh ternama Hollywood. Beberapa bintang internasional, seperti Sebastian Roché, Carey Hayes (penulis skenario The Conjuring), Tara Reid, dan Colton Tran, turut memeriahkan acara tersebut, menambah semarak momen bersejarah ini.
Sutradara Awi Suryadi, bersama para bintang film seperti Arbani Yasiz, Erika Carlina, Bukie B Mansyur, Arif Alfiansyah, dan Benidictus Siregar, juga hadir dalam acara red carpet yang meriah.
Sutradara Pabrik Gula, Awi Suryadi, berbagi cerita tentang proses pembuatan film yang berlangsung di pabrik gula sesungguhnya.
Syuting dilakukan pada musim panen, memberikan latar belakang yang autentik dan menambah ketegangan dalam setiap adegan.
"Kami berusaha menciptakan kisah yang memiliki akar budaya yang kuat namun tetap memberikan kengerian yang universal," jelas Awi.
Pabrik Gula menawarkan pengalaman menonton yang mendebarkan, dengan perpaduan atmosfer menyeramkan, adegan jumpscare yang cerdas, dan sentuhan humor yang tak terduga. Film ini berhasil menggabungkan elemen horor dan komedi, membuatnya menarik bagi berbagai kalangan penonton, tidak hanya di Asia tetapi juga di kancah internasional.
Selain tayang di Indonesia dalam format IMAX dan 4DX mulai 31 Maret 2025, film ini juga diputar di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Penonton di Amerika Serikat dapat menyaksikan Pabrik Gula mulai 18 April 2025, membuka peluang besar untuk film ini meraih kesuksesan lebih luas di pasar global.
Dengan keberhasilan Pabrik Gula menembus pasar internasional, industri perfilman Indonesia semakin menunjukkan kemajuan pesat dan potensi besar di kancah internasional.