Sabtu, 13 Juni 2026

Mengenal Sape: Alat Musik Tradisional Dayak yang Mendunia

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Minggu, 30 Maret 2025 | 14:57 WIB
Sape merupakan alat musik tradisional asal Kalimantan yang mendunia. (Foto: Pinterest)
Sape merupakan alat musik tradisional asal Kalimantan yang mendunia. (Foto: Pinterest)

KLIKSOLONEWS.COM - Alat musik tradisional khas Suku Dayak, Sape, semakin dikenal luas sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang unik dan berharga.

Berasal dari Kalimantan, alat musik petik ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring upacara adat, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol seni musik yang mendunia.

Sape dibuat dari kayu Adau, sejenis kayu yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan. Bentuknya menyerupai gitar dengan panjang sekitar satu meter dan dihiasi dengan ukiran khas Dayak.

Keindahan visualnya sejalan dengan suara merdu yang dihasilkan, menjadikan Sape tidak hanya sebagai alat musik, tetapi juga sebagai karya seni yang bernilai tinggi.

Sape umumnya memiliki empat hingga enam dawai, meskipun ada juga jenis dengan hanya dua dawai yang disebut Sapeq Karaang. Jenis ini sering digunakan untuk mengiringi tarian tradisional dengan gerakan dinamis.

Secara musikal, Sape terbagi menjadi dua nada utama, yaitu Tubunsitun yang digunakan untuk mengiringi tari-tarian dan Sakpakok yang lebih sering dipakai dalam lagu-lagu.

Seiring perkembangan zaman, Sape tidak hanya digunakan dalam upacara adat, tetapi juga beradaptasi dengan berbagai genre musik modern.

Musisi Kalimantan dan mancanegara mulai menggabungkan Sape dengan alat musik seperti drum, bass, dan keyboard, menciptakan harmoni yang unik antara tradisi dan modernitas.

Selain sebagai bagian dari budaya, Sape juga menjadi daya tarik wisata di Kalimantan Barat. Pemerintah daerah kerap menjadikan alat musik ini sebagai ikon promosi pariwisata untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Festival musik yang menghadirkan pertunjukan Sape semakin sering digelar, memperkenalkan keindahan alat musik ini ke panggung internasional.

Dengan daya tariknya yang khas, Sape terus berkembang dan mendapat tempat di hati para pecinta musik tradisional maupun modern. Keberadaannya bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga bukti bahwa seni musik tradisional bisa terus hidup dan beradaptasi di era globalisasi. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X