KLIKSOLONEWS.COM – Salat Idulfitri menjadi puncak kemenangan setelah berhasil menjalani puasa selama satu bulan. Sayangnya bagi wanita yang sedang berhalangan atau haid tidak bisa melaksanakan salat Idulfitri.
Meski begitu ada beberapa amalan bagi wanita haid di Hari Raya Idul Fitri yang bisa dilakukan.
Hukum menunaikan salat Idul Fitri adalah sangat dianjurkan walaupun tidak wajib. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW telah meminta agar wanita yang sedang haid tetap keluar rumah.
Ulama besar sekaligus ahli fiqih, Imam As-Syaukani, menyampaikan tentang anjuran Nabi Muhammad SAW ini.
Para wanita diminta untuk menghadiri salat Id, bahkan wanita yang sedang haid dan wanita yang sedang dipingit.
Imam As-Syaukani berkata “Ketahuilah bahwasanya Nabi SAW terus-menerus mengerjakan dua salat Id ini dan tidak pernah meninggalkannya satu pun dari beberapa Id. Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk keluar padanya, hingga menyuruh wanita, gadis-gadis pingitan dan wanita yang haid".
Namun, Nabi Muhammad SAW tidak meminta wanita yang sedang haid untuk ikut melaksanakan sholat Id, hanya menganjurkan supaya para wanita tersebut melihat dari kejauhan dan ikut menyimak khutbah.
Lalu amalan apa saja yang bisa dilakukan bagi wanita haid di Hari Raya Idulfitri?
Berdzikir
Amalan bagi wanita haid di Hari Raya Idulfitri adalah memperbanyak dzikir. Berdzikir artinya mengingat Allah SWT agar dapat mendekatkan diri kepadaNya. Hal ini sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Athiyah ra.,
“Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idulfitri dan Idul Adha, juga para gadis dan wanita pingitan. Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jamaah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka."
Mandi di Hari Raya Idul Fitri
Mandi sebelum salat Id dianjurkan pada hari Raya Idulfitri. Sehingga akan lebih baik jika dilaksanakan karena terdapat pahala dan merupakan salah satu anjuran Nabi SAW. Hal ini juga diriwayatkan oleh Al Hasan bin Ali ra yang berbunyi:
"Pada setiap hari raya, Rasulullah SAW menyuruh kami agar mengenakan pakaian terbaik yang kami punya dan menyembelih kurban termahal yang mampu kami sediakan." (HR Al-Hakim).
Sarapan di Hari Raya Idul Fitri
Dalam hari raya Idulfitri para muslim disunnahkan untuk untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat untuk ibadah. Hal ini juga telah dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi sebagai berikut:
"Nabi SAW tidak keluar rumah untuk melaksanakan Salat Idulfitri melainkan setelah makan, tapi pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan melainkan setelah menyembelih (hewan kurban)". (HR Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah)
Jadi sebelum berangkat untuk meramaikan salat Idulfitri, ada baiknya wanita haid ikut juga melakukan kegiatan sarapan.
Mendengarkan Khutbah
Berikutnya, amalan bagi wanita haid di Hari Raya Idulfitri adalah mendengarkan khutbah. Dalam salat id ada khutbah yang dilakukan oleh khatib. Berbeda dengan salat jumat yang mana khutbahnya dilaksanakan sebelum salat. Khutbah salat Idulfitri dilaksanakan pasca (setelah) salat.
Namun bagi anda yang sedang haid, ada baiknya untuk mengikuti khutbah, agar mendapatkan pahala dari mendengarkan khutbah tersebut.
Mengenakan Pakaian Bersih dan Terbaik
Berikutnya, amalan bagi wanita haid di Hari Raya Idulfitri adalah mengenakan pakaian bersih dan terbaik khususnya saat akan melaksanakan salat Idulfitri maupun Idul Adha. Hal ini seperti yang disampaikan dalam sebuah hadist berikut, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata:
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki dan menyembelih kurban termahal yang mampu kami sediakan." (HR. Hakim).
Demikian informasi mengenai amalan yang bisa dilakukan oleh para wanita yang sedang haid saat Idulfitri. Semoga bermanfaat. (KS06)