KLIKSOLONEWS.COM – Tren mode selalu berputar, dan kini gaya Hippie yang sempat populer di era 1960-an kembali menjadi sorotan. Identik dengan kebebasan berekspresi, warna-warni mencolok, serta kesan bohemian yang eksentrik, estetika Hippie kini banyak diadaptasi oleh generasi muda dalam dunia fashion modern.
Kaum Hippie pertama kali muncul sebagai subkultur di Amerika Serikat pada pertengahan 1960-an, sebagai bentuk perlawanan terhadap Perang Vietnam dan norma sosial yang dianggap terlalu kaku. Mereka mengusung filosofi hidup sederhana, perdamaian, serta kebebasan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam berbusana.
“Tren fesyen saat ini banyak mengadopsi elemen gaya Hippie, seperti motif tie-dye, celana cutbray, hingga aksesoris bohemian. Semua ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi dalam berpakaian tetap menjadi sesuatu yang relevan hingga saat ini,” ujar Dian Prameswari, seorang fashion stylist.
Gaya khas Hippie dikenal dengan warna-warna mencolok, pola yang berani, serta bahan yang nyaman seperti katun dan linen. Ikat kepala, rompi rumbai, serta kacamata bundar ala John Lennon menjadi ikon fashion mereka. Bahkan, gaya ini kerap disebut sebagai cikal bakal tren boho-chic yang masih eksis hingga sekarang.
Menurut laporan dari Fashion United, tren motif tie-dye kembali meningkat di kalangan anak muda, terutama setelah banyak selebriti dan influencer mengenakan pakaian dengan sentuhan ini dalam berbagai kesempatan. Tak hanya itu, merek-merek fesyen ternama seperti Gucci dan Dior juga memasukkan unsur-unsur Hippie dalam koleksi mereka, membuktikan bahwa estetika ini tetap menarik bagi pasar global.
Selain mode, gaya hidup Hippie juga erat kaitannya dengan musik dan seni. Musik rock psikedelik yang kala itu menjadi bagian dari pergerakan Hippie turut memengaruhi dunia hiburan. Nama-nama seperti Jimi Hendrix, Janis Joplin, The Doors, hingga Pink Floyd menjadi ikon dari era tersebut dan masih didengar hingga kini.
“Kultur Hippie bukan hanya tentang busana, tapi juga soal kebebasan berkreasi dan mengekspresikan diri. Ini selaras dengan tren saat ini, di mana anak muda semakin menolak aturan berpakaian yang terlalu kaku dan memilih pakaian yang lebih nyaman serta mencerminkan kepribadian mereka,” tambah Dian.
Kembalinya tren Hippie dalam dunia mode menandakan bahwa nilai kebebasan dan ekspresi diri tetap menjadi hal yang penting dalam masyarakat modern. Dengan berbagai interpretasi baru, estetika ini terus berevolusi, menjadikannya relevan bagi generasi saat ini.
Bagi mereka yang ingin tampil unik namun tetap trendi, mengadopsi unsur-unsur Hippie dalam gaya berpakaian bisa menjadi pilihan menarik. (KS06)