Jumat, 12 Juni 2026

Dikasih Harapan, Terus Ditinggal? Kenali Mixed Signals dalam Hubungan!

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 15 Maret 2025 | 10:01 WIB
Ilustrasi hubungan asmara. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)
Ilustrasi hubungan asmara. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

KLIKSOLONEWS.COM – Pernahkah kamu merasa seseorang menunjukkan ketertarikan, tetapi kemudian tiba-tiba bersikap dingin? Atau sebaliknya, ia terlihat tak terlalu peduli, tetapi tetap memberi perhatian dalam momen tertentu?

Fenomena ini disebut mixed signals, sebuah kondisi yang semakin sering dialami oleh Gen Z dalam hubungan asmara.

Mixed signals adalah keadaan ketika seseorang mengirimkan pesan yang membingungkan dalam interaksi romantis. Sikap mereka bisa tampak tertarik di satu waktu, lalu berubah menjadi tak acuh di lain kesempatan.

Hal ini sering kali membuat pihak yang menerima sinyal bingung dan bertanya-tanya mengenai status hubungan mereka.

Menurut survei yang dilakukan oleh Pew Research Center, lebih dari 60 persen Gen Z mengalami ketidakjelasan dalam hubungan romantis, termasuk menerima mixed signals dari orang yang mereka sukai.

Fenomena ini kian marak seiring dengan meningkatnya interaksi digital yang membuat komunikasi terasa lebih mudah, tetapi juga lebih ambigu.

Psikolog hubungan Nadya Ramadhani, menjelaskan mixed signals sering kali terjadi karena ketidakyakinan seseorang dalam menentukan perasaannya.

“Banyak individu yang ragu untuk berkomitmen, tetapi juga tidak ingin kehilangan seseorang yang mereka sukai. Akibatnya, mereka tanpa sadar memberikan sinyal yang membingungkan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari sebuah sumber.

Salah satu penyebab utama mixed signals adalah kebiasaan dalam budaya casual dating yang semakin populer di kalangan Gen Z.

Dalam hubungan tanpa label atau situationship, seseorang cenderung menikmati kedekatan emosional tanpa tanggung jawab yang jelas. Ini membuat satu pihak bisa merasa bimbang dan memberi sinyal yang tidak konsisten kepada pasangannya.

Selain itu, faktor media sosial juga memainkan peran besar dalam menciptakan kebingungan dalam hubungan.

“Di era digital, kita bisa mengirim likes, membalas instastory, atau sekadar mengirim pesan sesekali tanpa benar-benar berkomitmen. Ini bisa membuat seseorang merasa diinginkan, tetapi tidak benar-benar diprioritaskan,” tambah Dr. Nadya.

Gen Z yang sering kali mengedepankan kebebasan dan eksplorasi dalam hubungan juga cenderung menghindari konflik. Mereka mungkin tidak ingin menyakiti perasaan orang lain, tetapi juga tidak ingin terikat. Akibatnya, mereka memilih untuk tetap berhubungan tanpa memberikan kepastian, menciptakan pola komunikasi yang tidak jelas.

Untuk menghindari terjebak dalam situasi mixed signals, penting bagi seseorang untuk mengenali tanda-tanda ketidakjelasan dalam hubungan.

Jika seseorang sering kali menghubungi tetapi menghilang tanpa alasan, menunjukkan perhatian berlebihan sesekali lalu mengabaikan, atau menghindari pembicaraan serius tentang status hubungan, maka kemungkinan besar ia sedang memberikan mixed signals.

Kunci untuk keluar dari lingkaran ini adalah dengan berkomunikasi secara terbuka dan menetapkan batasan yang jelas.

Di tengah dinamika hubungan yang semakin kompleks, memahami mixed signals bisa membantu Gen Z dalam menghindari ketidakpastian emosional dan membangun hubungan yang lebih sehat. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X