Jumat, 12 Juni 2026

China Temukan Cadangan Thorium Raksasa: Masa Depan Energi Nuklir Semakin Dekat?

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 15 Maret 2025 | 09:29 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik energi nuklir yang menggunakan bahan bakar Thorium. (Foto: Unsplash/Nicolas Hippert)
Ilustrasi pembangkit listrik energi nuklir yang menggunakan bahan bakar Thorium. (Foto: Unsplash/Nicolas Hippert)

KLIKSOLONEWS.COM – Dunia energi diguncang dengan kabar besar dari China yang mengumumkan penemuan cadangan thorium sebesar satu juta ton. Unsur radioaktif ini disebut-sebut memiliki potensi menggantikan uranium sebagai bahan bakar reaktor nuklir generasi baru, membuka peluang revolusi dalam sektor energi global.

Cadangan tersebut ditemukan di Kompleks Pertambangan Bayan Obo, yang tersebar di Provinsi Fujian dan Hainan. Para ahli menyatakan bahwa temuan ini dapat memperpanjang sumber energi nuklir hingga 60.000 tahun, menjadikannya sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan sumber daya fosil.

Seorang peneliti geologi yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa thorium dapat menjadi solusi untuk krisis energi global.

“Selama lebih dari satu abad, negara-negara bersaing dalam perebutan bahan bakar fosil. Namun, ternyata sumber energi tak terbatas ini ada di bawah tanah kita,” ujarnya, dikutip dari South China Morning Post (SCMP).

Thorium merupakan unsur radioaktif yang dapat diubah menjadi uranium-233 (U-233), bahan bakar utama dalam reaktor nuklir generasi terbaru. Keunggulan utama thorium dibandingkan uranium terletak pada ketersediaannya yang lebih melimpah serta sifatnya yang lebih aman dan efisien dalam reaktor nuklir.

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), thorium memiliki beberapa keunggulan signifikan sebagai bahan bakar nuklir. Nuri Trianti, Peneliti Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) BRIN, menjelaskan bahwa cadangan thorium secara alami tiga kali lebih banyak dibandingkan uranium.

“Thorium memiliki kemampuan absorpsi neutron termal sekitar tiga kali lipat dibandingkan uranium, serta lebih unggul dalam resistansi proliferasi, yang berarti lebih sulit digunakan untuk pengembangan senjata nuklir,” jelas Nuri dalam keterangannya di laman BRIN.

Selain itu, thorium juga memiliki karakteristik yang lebih ramah lingkungan karena menghasilkan lebih sedikit limbah radioaktif dibandingkan uranium.

Meskipun menjanjikan, pemanfaatan thorium masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal infrastruktur dan teknologi reaktor yang sesuai. Berbeda dengan uranium yang telah lama digunakan dalam reaktor nuklir konvensional, pengolahan thorium masih memerlukan riset dan pengembangan lebih lanjut.

“Masih diperlukan pengembangan sistem reaktor dan siklus bahan bakar thorium yang lebih baik untuk pemanfaatan dalam skala besar,” tambah Nuri.

Salah satu teknologi yang dianggap paling cocok untuk memanfaatkan thorium adalah Molten Salt Reactor (MSR) dan Small Modular Reactor (SMR). Kedua jenis reaktor ini menawarkan fleksibilitas lebih tinggi serta tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan reaktor konvensional.

“SMR memiliki karakteristik yang dapat memanfaatkan thorium dalam siklus awal bahan bakar serta sebagai material fertile selama siklus berlangsung,” jelasnya.

Penemuan besar ini memunculkan spekulasi mengenai masa depan energi nuklir dunia. Dengan sifatnya yang lebih aman, lebih melimpah, serta lebih ramah lingkungan dibandingkan uranium, thorium berpotensi menjadi solusi utama dalam transisi energi global yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Namun, untuk merealisasikan pemanfaatan thorium dalam skala industri, dibutuhkan investasi besar dalam riset, pengembangan, serta infrastruktur yang mendukung. Jika tantangan ini dapat diatasi, thorium bisa menjadi kunci utama dalam mewujudkan energi bersih masa depan.

Apakah thorium akan menggantikan uranium dalam waktu dekat? Dunia kini menantikan langkah China dan negara-negara lain dalam mengembangkan teknologi ini demi masa depan energi yang lebih berkelanjutan. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X