SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Bau badan sering menjadi masalah yang mengurangi rasa percaya diri. Banyak orang mengandalkan deodoran atau antiperspiran komersial untuk mengatasinya, tetapi produk tersebut sering mengandung bahan kimia seperti aluminium klorida, parabens, dan phthalates yang dapat menimbulkan iritasi atau risiko kesehatan dalam jangka panjang.
Sebagai alternatif alami, tawas mulai banyak digunakan karena lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan.
Tawas, atau alum, adalah mineral alami yang telah digunakan selama berabad-abad untuk berbagai keperluan perawatan tubuh.
Berbeda dengan deodoran biasa yang hanya menutupi bau, tawas bekerja dengan menyeimbangkan pH kulit dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science (2013) menemukan bahwa tawas memiliki sifat antibakteri yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Corynebacterium, yang merupakan penyebab utama bau badan.
Selain itu, tawas lebih aman dibandingkan deodoran berbasis aluminium. Menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, penggunaan deodoran dengan kandungan aluminium dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko iritasi kulit.
Sementara itu, tawas bekerja dengan cara yang lebih alami tanpa menyumbat pori-pori, sehingga lebih aman bagi kulit sensitif.
Keunggulan lain dari tawas adalah ketahanannya. Sebuah batu tawas bisa bertahan hingga satu tahun atau lebih, menjadikannya pilihan yang lebih hemat dibandingkan deodoran yang harus sering diganti.
Tawas tidak meninggalkan noda di pakaian, berbeda dengan beberapa deodoran yang dapat menyebabkan bercak kuning atau putih pada kain.
Cara penggunaannya pun sangat mudah. Cukup basahi permukaan batu tawas atau gunakan dalam bentuk spray, lalu aplikasikan pada ketiak yang bersih dan kering. Biarkan mengering sebelum berpakaian agar hasilnya lebih optimal.
Meskipun umumnya aman, beberapa orang dengan kulit sensitif mungkin mengalami iritasi ringan. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan uji patch terlebih dahulu sebelum pemakaian rutin.
Jika muncul reaksi seperti kemerahan atau gatal, sebaiknya hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter kulit. (KS06)