SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM - Di tengah maraknya musik modern dan dangdut koplo yang mendominasi industri hiburan, Orkes Melayu (OM) Lorenza muncul dengan pendekatan unik yang mengusung nuansa dangdut klasik era 70-an. OM Lorenza bermula saat pandemi Covid-19 yang memaksa para musisi untuk rehat dari panggung hiburan.
Tidak hanya sekadar grup musik, OM Lorenza kini menjadi fenomena budaya yang menghidupkan kembali semangat dangdut lawas di kalangan generasi muda.
Beberapa musisi lokal di Dukuh Ngemul, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, berkumpul sekadar untuk mengisi waktu dengan bermain musik. Tanpa disangka, dokumentasi sederhana dari kegiatan mereka yang diunggah ke Facebook mulai menarik perhatian warganet.
Di akun Instagram resmi mereka, banyak penggemar yang memberikan komentar positif.
"Penampilan OM Lorenza selalu membawa saya kembali ke masa muda. Terus berkarya dan lestarikan dangdut jadul!" tulis akun @dangdutjadul_lovers.
"Keren banget! Semoga sukses selalu untuk OM Lorenza," tulis akun @nostalgia_dangdut.
Seiring berjalannya waktu, grup ini berkembang menjadi sebuah orkes Melayu yang solid dengan sepuluh anggota, termasuk empat vokalis dan satu MC.
Konsep unik mereka, yang memadukan musik dangdut klasik dengan penampilan khas era 70-an, semakin menarik perhatian dan membangun basis penggemar setia.
Salah satu faktor yang mendorong popularitas OM Lorenza adalah lagu mereka yang berjudul “Tambal Ban”.
Lagu ini bercerita tentang kehidupan seorang tukang tambal ban yang mencari nafkah dengan penuh keikhlasan. Lirik sederhana namun menyentuh ini rupanya mampu menggugah emosi pendengar, terutama mereka yang tumbuh dengan dangdut lawas.
Lagu tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan Instagram.
Tak hanya musiknya, para penggemar OM Lorenza pun turut menghadirkan nostalgia dengan mengenakan busana khas era 70-an, seperti celana cutbray dan kemeja berkerah lebar saat menonton konser mereka.
Kesuksesan OM Lorenza menunjukkan nostalgia memiliki tempat tersendiri di industri musik Indonesia. Di tengah tren lagu-lagu dengan aransemen modern dan teknologi digital, kehadiran musik dangdut lawas tetap memiliki daya tarik kuat.
OM Lorenza telah membuktikan musik yang baik tak lekang oleh waktu dan mampu menjangkau lintas generasi.
Saat ini, jadwal panggung mereka semakin padat. Sejak aktif menerima tawaran manggung pada Agustus 2023, mereka kini telah tampil di berbagai daerah, seperti Jepara, Kudus, hingga Pati. Bahkan, pada bulan Februari ini, mereka nyaris tidak memiliki waktu istirahat karena banyaknya permintaan. (KS06)