SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Penggemar musik campursari patut berbahagia. Pengusaha sekaligus pemerhati musik campursari, Hartono, baru saja meluncurkan lagu terbarunya berjudul Rel Layang Joglo.
Lagu ini diluncurkan di HTN Entertainment, Gentan, Sukoharjo, pada Minggu 21 Juli 2024, dan bekerja sama dengan Teh Sepeda Balap. Sekaligus bisa dinikmati pecinta musik campursari di paltform YouTube Whawin Lawra Official.
Rel Layang Joglo mengisahkan tentang lika-liku perjalanan cinta yang kandas di tengah jalan. Lagu ini terinspirasi dari proyek megah pembangunan rel layang di kawasan Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Lebih dari sekadar lagu cinta, "Rel Layang Joglo" juga menjadi penanda kehadiran ikon baru Kota Bengawan.
Hal ini sejalan dengan ungkapan Hartono, "Kebetulan lagu ini saya ciptakan karena banyak orang di luar daerah yang membicarakan keberadaan rel layang Joglo yang masih dalam proses pembangunan. Jadi inspirasi saya dari situ."
Proses penciptaan lagu ini terbilang singkat, hanya memakan waktu sekitar dua minggu. Hartono kemudian menyerahkan lagu ini kepada seniman sekaligus penyanyi asal Solo, Whawin Lawra, untuk dinyanyikan.
Sebagai penyanyi yang berpengalaman, Whawin Lawra mengaku takjub saat pertama kali ditawari untuk menyanyikan lagu ini. Ia pun langsung jatuh cinta dengan lirik lagu yang menyentuh dan melodinya yang khas campursari Solo.
"Suatu kehormatan ya bagi saya menyanyikan lagu ini. Apalagi saya mendengar sekali langsung cocok dan liriknya sangat menyentuh. Seperti cerita orang-orang yang pernah memiliki kisah saat rel layang Joglo sebelum dibangun," ungkap Whawin.
Lebih dari itu, Hartono juga mengungkapkan rasa rindunya terhadap maestro campursari, Didi Kempot, melalui lagu ini. Hal ini terlihat dari nada dan cengkok lagu yang terinspirasi dari karya-karya legendaris Didi Kempot.
LAGU REL LAYANG JOGLO KLIK DI SINI
"Dulu almarhum Mas Didi menciptakan lagu 'Solo Balapan'. Sekarang kita munculkan 'Rel Layang Joglo'. Semoga bisa diterima masyarakat dan mohon maaf apabila ada kekurangan," jelas Hartono.
Peluncuran "Rel Layang Joglo" diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya campursari di Kota Solo. Lagu ini juga menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya lokal dapat diwujudkan melalui karya seni yang kreatif dan inspiratif. (KS01)