Sabtu, 13 Juni 2026

Cerita Sejarah Onitsuka Tiger, Dimulai dari Modal Rp32 Juta

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Kamis, 27 Juli 2023 | 10:03 WIB
Sejarah Onitsuka Tiger. (KlikSoloNews/Instagram Onitsuka)
Sejarah Onitsuka Tiger. (KlikSoloNews/Instagram Onitsuka)

GAYA HIDUP, KLIKSOLONEWS.COM – Mengenal kisah sejarah singkat Onitsuka Tiger, lahir dari ide seorang pensiunan perwira tentara yang mencintai olahraga untuk perubahan.

Sepatu Onitsuka Tiger saat ini menjadi salah satu ikonik di dunia fesyen di seluruh dunia. Bersaing dengan brand-brand besar semacam Nike, Adidas, Puma, Vans, dan brand lainnya.

Onitsuka Tiger memiliki penggemar tersendiri. Tahukah KLIKers, sejarah perjalanan panjang lahirnya sepatu paling ikonik di dunia, seperti Onitsuka Tiger?

Berikut ini sejarah singkat Onitsuka Tiger, berawal dari ide seorang pensiunan perwira tentara di Jepang hingga membuat perubahan dunia persepatuan.

KLIK JUGA: Liga Solo Divisi Utama Mulai Digeber, Diikuti 12 Tim Putra dan 8 Tim Putri SMA Terbaik di Solo Raya

Berawal pada tahun 1949, atau empat tahun usai Perang Dunia II berakhir. Saat itu kondisi Jepang tidak baik-baik saja.

Kondisi masyarakat Jepang masih trauma adanya bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang diluncurkan tentara sekutu yang menewaskan ratusan ribu jiwa warga Jepang.

Dikutip dari YouTube room49, Kihachiro Onitsuka yang merupakan mantan perwira tentara Jepang menyadari kondisi masyarakat Jepang yang sedang terpuruk.

Melihat kondisi sekitar yang luluh-lantak, Kihachiro Onitsuka ingin berkontribusi untuk negara dengan mengubah kondisi sosial ekonomi masyarakat jadi lebih baik.

Saat itu Onitsuka meyakini peribahasa asing, yakni Anima Sana In Corpore Sano atau jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat.

Bertahun-tahun kemudian, Anima Sana In Corpore Sano ini cikal bakal lahirnya sepatu ASICS.

Kihachiro Onitsuka percaya, dengan trauma jiwa masyarakat Jepang yang terimbas Perang Dunia II bisa diperbaiki dengan kondisi tubuh yang baik. Dan kondisi tubuh yang baik bisa diperoleh saat berolahga. Dari sinilah kisah sepatu Onitsuka Tiger bermula.

Dari seorang pensiunan perwira tentara Jepang, perubahan dan olahraga.

Bermodal Rp32 Juta

Berbekal keyakinannya tentang olahraga dapat memulihkan kondisi mental dan psikis masyarakat Jepang, dan tabungan sebesar 300 ribu Yen (Rp32juta), Kihachiro Onitsuka memutuskan memproduksi sepatu olahraga.

Ya, produksi Onitsuka Tiger pada awalnya bermodal Rp32 juta. Sepatu tersebut diberi nama Onitsuka Tiger.

Onitsuka diambil dari namanya, dan Tiger atau Harimau mewakili sikap gigih dan simbol kemenangan di Jepang. Dari sinilah sejarah singkat Onitsuka Tiger lahir.

KLIK JUGA: Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus Meninggalnya Tahanan di Banyumas

Pada awal produksi sepatu, Onitsuka memilih olahraga basket sebagai fokus utama. Pada tahun 1950, Onitsuka merilis sepatu basket pertamanya.

Sayangnya melalui berbagai tahap yang sangat ketat, sepatu ini tidak begitu popular dan bisa dikatakan menjadi produk gagal pertama.

Namun, sang Tiger tak mau menyerah. Onitsuka kembali memutar otak untuk upgrade sepatu basketnya tersebut pada tahun 1951. Dia pun menamainya Onitsuka Tiger OK Basketball.

Perbedaan paling mencolok yakni desain outsole sepatunya berbentuk bulatan-bulatan cekung seperti kantung hisap di lengan gurita.

Onitsuka mendapatkan inspirasi adanya bulatan-bulatan di sepatu basket Onitsuka tersebut saat santap makan gurita.

Suatu hari saat Onitsuka sedang makan salad gurita, gurita yang akan dimakan ini memberikan perlawanan dengan menempelkan lengannya ke mangkok sangat kuat.

Sehingga membuat Onitsuka kewalahan untuk mengambilnya. Dari kejadian ini, munculah inspirasi outsole Onitsuka Tiger OK Basketball. Tak disangka, sepatu basket hasil upgrade ini diterima pasar karena memiliki daya cengkeram sangat baik.

Berkat terobosan outsole ala gurita ini, Onitsuka Tiger OK Basketball sangat terkenal di Jepang.

Pada tahun 1953 atau dua tahun berselang lahirnya sepatu basket, brand Onitsuka Tiger sangat terkenal di Jepang dan dunia.

Ini adalah peran dari Shigeki Tanaka saat memenangkan Boston Marathon Championship 1953 dengan menggunakan sepatu marathon Onitsuka Tiger bernama Tabi Shoes.

Di era awal, yani tahun 1950-an Onitsuka Tiger terus berinovasi dengan mengeluarkan sepatu-sepatu barunya, seperti sepatu lati Marup (1953), sepatu gulat (1955).

Empat tahun berselang atau tepatnya 1959, Onitsuka lagi-lagi mendapatkan inspirasi di tempat tak terduga.

Kali ini inspirasi itu hadir saat dia berendam di bak air panas. Saat berendam itu, Onitsuka melihat kakinya mengkerut karena uap air panas.

“Panas bisa membuat kaki lecet,” gumamnya saat itu.

Setahun kemudian atau tahun 1960, Onitsuka merilis sepatu lari yang memiliki lubang-lubang kecil.

Lubang ini berfungsi untuk membuat sirkulasi udara agar kaki seorang pelari tidak kegerahan dan mengurangi risiko kaki lecet.

Sepatu ini diberi nama Onitsuka Magic Runner. Inovasi Onitsuka Tiger berhasil. Sepatu Magic Runner menjadi sangat popular di kalangan atlet lari Jepang.

Onitsuka Makin Mendunia

Pada tahun 1961, Onitsuka Magic Runner dipakai atlet lari marathon legendaris dari Ethiopia Abebe Bikila di ajang Osaka Marathon yang diadakan di Osaka. Ini untuk pertama kalinya Abebe Bikila mengenakan sepatu dalam perlombaan marathon.

Sebelumnya, Abebe Bikila tidak pernah sekali pun mengenakan sepatu dalam setiap perlombaan marathon yang diikutinya.

Tahun 1964 menjadi tahun kesuksesan Onitsuka Tiger di dunia. Pada tahun 1964 Olimpiade Tokyo digelar dan Onitsuka Tiger dipercaya menjadi penyuplai sepatu bagi kontingen Jepang.

Di era itu, ajang olimpiade menjadi area promosi terbesar bagi produsen kelengkapan olahraga, karena disaksikan ribuan penonton dan disiarkan televisi secara live di seluruh dunia.

Pada tahun ini juga Onitsuka Tiger melakukan ekspansi dengan mengekspor sepatu ke Amerika Serikat. Mereka mengirimkan sepatu-sepatu ini ke Blue Ribbon Sports sebagai supplier Tiger Shoes.

Blue Ribbon Sports adalah sebuah perusahaan baru milik Phil Knight. Blue Ribbon Sports nantinya menjadi cikal bakal lahirnya Nike.

Pada tahun 1966, sepatu ikonik dan paling penting perusahaan Onitsuka Tiger lahir. Sepatu ini diberi nama Onitsuka Tiger Limber Up Leather BK atau saat ini dikenal dengan nama Onitsuka Tiger Mexico 66.

Sepatu ikonik ini adalah sepatu yang pertama kali menggunakan logo The Onitsuka Tiger Line. Logo yang hingga saat ini masih dipakai dan menjadi ikonik Onitsuka Tiger dan ASICS.

Perseteruan dengan Nike

Masih di tahun yang sama, Phil Bowerman merupakan partner di Blue Ribbon Sports mengusulkan desain sepatu lari baru kepada Onitsuka Tiger.

Usulan Phil Bowerman ini ternyata diterima sangat antusias. Dan sepatu baru ini dirilis pada tahun 1968 bertepatan dengan Olimpiade Mexico 1968.

Pada mulanya sepatu usulan Phil Bowerman ini diberi nama Onitsuka Tiger Cortez. Sebelum akhirnya di tahun 1971 kerja sama antara Onitsuka Tiger dengan Blue Ribbon Sports berhenti.

Perseteruan antara Onitsuka Tiger dengan Blue Ribbon Sports yang melahirkan Nike pun muncul ke permukaan.

Blue Ribbon Sports memutuskan untuk membuat sepatunya sendiri dan berganti nama menjadi Nike yang saat ini dikenal luas ke seluruh dunia. Karena hal ini, desain dan sepatu Ontisuka Tiger Cortez berawal dari Phil Bowerman menjadi rebutan.

Kasus ini akhirnya dimenangkan oleh Nike dan nama Cortez hingga sekarang melekat milik Nike Cortez.

Pada akhirnya, Onitsuka Tiger mengganti nama sepatunya dari Onitsuka Tiger Cortez menjadi Onitsuka Tiger Corsair.

Demikian sejarah singkat Onitsuka Tiger, dilahirkan dari seorang pensiunan perwira tentara hingga menjadi salah satu sepatu paling ikonik di dunia. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X