Sabtu, 13 Juni 2026

54 Bhabinkamtibmas Surakarta Lolos Tes TB Paru, Siap Terjun ke Masyarakat sebagai Tracer

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 5 Juni 2026 | 11:15 WIB
54 Bhabinkamtibmas Surakarta Lolos Tes TB Paru, Siap Terjun ke Masyarakat sebagai Tracer. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
54 Bhabinkamtibmas Surakarta Lolos Tes TB Paru, Siap Terjun ke Masyarakat sebagai Tracer. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Polresta Surakarta terus mendukung upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru melalui keterlibatan aktif para Bhabinkamtibmas di wilayah binaan.


Sebagai bagian dari persiapan tugas tersebut, puluhan personel menjalani pemeriksaan kesehatan dan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap prima.


Kegiatan yang digelar oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Surakarta bekerja sama dengan Puskesmas Purwosari itu berlangsung pada Kamis (4/6/2026).


Sebanyak 54 Bhabinkamtibmas mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal sebelum diterjunkan menjadi tracer TB Paru di masyarakat.


Wakapolresta Surakarta, AKBP Sigit, mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan tracing TB yang sebelumnya telah diberikan kepada para Bhabinkamtibmas.


Menurutnya, kesehatan petugas menjadi faktor penting agar pelaksanaan pelacakan kasus TB di lapangan dapat berjalan optimal dan aman.


"Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kami memastikan personel yang akan bertugas sebagai tracer berada dalam kondisi sehat sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik di wilayah binaannya masing-masing," ujarnya.


Selain menjalani pemeriksaan kesehatan, para peserta juga mendapatkan penguatan materi terkait penyakit Tuberkulosis dan teknik tracing kontak erat yang benar.


Kepala Sidokkes Polresta Surakarta, AKP Cahyono Agus, menjelaskan pemahaman mengenai pola penularan dan pencegahan TB sangat penting bagi petugas yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai penularan TB melalui droplet, penggunaan masker yang tepat, etika batuk, hingga pentingnya menjaga sirkulasi udara dan ventilasi rumah sebagai upaya pencegahan.


Tak hanya itu, para Bhabinkamtibmas juga dibekali keterampilan melakukan pendataan kontak erat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pengobatan TB secara teratur hingga tuntas.



Tracing Dilakukan Secara Humanis


AKP Cahyono menekankan bahwa pelaksanaan tracing harus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Kerahasiaan identitas pasien juga wajib dijaga untuk menghindari munculnya stigma maupun diskriminasi terhadap penderita TB.


Menurutnya, keberhasilan program eliminasi TB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, pemerintah kelurahan, dan kader kesehatan.


Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat proses deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan penyakit TB.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X