Jumat, 12 Juni 2026

Jelang Gerebeg Besar Iduladha, Keraton Surakarta Fokus Jaga Kerukunan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 26 Mei 2026 | 22:21 WIB
Jelang Gerebeg Besar Iduladha, Keraton Surakarta Fokus Jaga Kerukunan. (kliksolonews/dok)
Jelang Gerebeg Besar Iduladha, Keraton Surakarta Fokus Jaga Kerukunan. (kliksolonews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, meminta seluruh elemen Keraton Surakarta menjaga ketertiban umum dan mengedepankan kerukunan menjelang pelaksanaan Gerebeg Besar Idul Adha Tahun Dal 1959.


Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama keluarga besar keraton dan unsur Pemerintah Kota Surakarta guna memastikan pelaksanaan tradisi budaya berjalan aman dan kondusif.


Juru bicara Panembahan Agung, Kangjeng Prof. (HC) Dr. (HC) Candra Malik Pakoenegoro mengatakan, rapat koordinasi telah digelar pada Rabu, 12 Mei 2026.


“Gusti Tedjowulan sudah mengadakan rapat koordinasi dengan keluarga besar keraton dan aparatur Pemerintah Kota Surakarta untuk memastikan ketertiban umum dan kerukunan bersama,” ujarnya.


Rapat tersebut dihadiri Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta GKR Wandansari, KPH Eddy Wirobumi, unsur TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan Pasar Kliwon, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta sejumlah abdidalem dan keluarga besar Keraton Surakarta.


Dalam arahannya, KGPH Tedjowulan menegaskan agar pelaksanaan Gerebeg Besar Idul Adha tidak diwarnai ego kelompok maupun kepentingan pribadi yang dapat memicu gesekan internal.


“Gerebeg Besar harus berjalan lancar, aman, nyaman, dan damai. Jangan lagi menonjolkan ego personal maupun kelompok. Keluarga besar Keraton Surakarta harus bersatu,” kata Pakoenegoro.


Ia juga menegaskan agar tidak ada pelaksanaan Gerebeg Besar secara terpisah atau sendiri-sendiri. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak keraton turut melibatkan unsur TNI dan Polri dalam pengamanan kegiatan budaya tersebut.


Terkait jadwal pelaksanaan Gerebeg Besar Iduladha, pihak keraton masih menunggu keputusan resmi pemerintah mengenai penetapan Hari Raya Iduladha 2026.


“Prinsipnya, apabila Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026, maka Gerebeg Besar akan dilaksanakan pada hari kedua,” jelasnya.


Selain persiapan Gerebeg Besar, Keraton Surakarta juga tengah mempersiapkan revitalisasi tahap kedua kawasan keraton. Proyek revitalisasi tersebut meliputi Keraton Kilen dan Kantordalem Panembahan Agung yang menjadi prioritas pengerjaan tahun ini.


Menurut Pakoenegoro, pengamanan revitalisasi juga akan mendapat dukungan dari aparat TNI dan Polri agar proses berjalan lancar.


Di sisi lain, pendataan aset budaya Keraton Surakarta juga terus dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah. Inventarisasi dimulai dari Museum Keraton Surakarta dan akan berlanjut ke sejumlah kawasan penting lain di lingkungan keraton.


Pendataan tersebut mencakup Pusaka-Pusaka Kagungandalem yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi bagian penting dalam tradisi Kirab Malam 1 Suro Tahun Be 1960 mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X