Jumat, 12 Juni 2026

Tekan Kasus TBC di Solo, Wali Kota Respati Dorong Penguatan Tracing Terintegrasi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 22 April 2026 | 23:17 WIB
Tekan Kasus TBC di Solo, Wali Kota Respati Dorong Penguatan Tracing Terintegrasi. (KlikSoloNews/dok)
Tekan Kasus TBC di Solo, Wali Kota Respati Dorong Penguatan Tracing Terintegrasi. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMWali Kota Surakarta, Respati Ardi meminta penguatan program tracing Tuberkulosis (TBC) terintegrasi di seluruh wilayah Kota Surakarta guna menekan angka kasus yang masih cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan saat peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang digelar di Kecamatan Jebres, Rabu (22/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kesehatan Kota Surakarta juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari tracing TBC terintegrasi.

Respati menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari prioritas nasional dalam menekan angka kasus TBC, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Tracing TBC terintegrasi ini menjadi langkah penting untuk mengintervensi keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien,” ujarnya.

Respati mengingatkan bahwa pengobatan TBC membutuhkan waktu panjang dan kedisiplinan tinggi dari pasien.

Ia menekankan pentingnya komitmen pasien untuk menjalani pengobatan secara rutin tanpa terputus, demi kesembuhan optimal dan mencegah penularan.

“Pengobatan TBC tidak boleh terputus. Ini butuh pendampingan dan komitmen dari pasien,” tegasnya.

Selain penanganan medis, Pemkot Solo juga menyiapkan langkah pencegahan dengan memperbaiki rumah tidak layak huni yang berpotensi mempercepat penyebaran TBC.

Lingkungan rumah yang lembap dan minim sinar matahari dinilai menjadi faktor risiko berkembangnya bakteri TBC.

Kasus TBC Capai 405 di Awal 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga Maret 2026, tercatat 405 kasus TBC di Kota Solo.

Program tracing saat ini difokuskan pada 100 orang yang merupakan kontak erat pasien di wilayah Mojosongo dan Jebres.

Selain itu, Pemkot juga menggulirkan program “Kelurahan Peduli TBC” sebagai upaya pencegahan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Retno mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Gejala TBC yang perlu diwaspadai antara lain batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, hingga batuk berdarah.

Ia juga menyoroti tingkat kepatuhan minum obat pasien TBC di Solo yang masih sekitar 80 persen, sehingga perlu ditingkatkan.

“Ketidakpatuhan minum obat bisa memperparah kondisi pasien dan meningkatkan risiko penularan,” jelasnya.

Melalui penguatan tracing, peningkatan kesadaran masyarakat, serta perbaikan lingkungan, Pemkot Solo berharap angka kasus TBC dapat ditekan secara signifikan.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengendalikan penyebaran penyakit menular ini.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X