Jumat, 12 Juni 2026

Didukung BPKH, UNS Hadirkan Islamic Economics and Business Center di FEB

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 10 Februari 2026 | 20:00 WIB
Didukung BPKH, UNS Hadirkan Islamic Economics and Business Center di FEB. (KlikSoloNews/dok)
Didukung BPKH, UNS Hadirkan Islamic Economics and Business Center di FEB. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meresmikan Gedung Islamic Economics and Business Center di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Selasa (10/2/2026).

Peresmian ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2025 sekaligus menjadi langkah strategis UNS dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPKH atas dukungan nyata melalui Program Kemaslahatan, sehingga pembangunan gedung tersebut dapat terealisasi. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Islamic Economics and Business Center UNS telah dimulai sejak Juli 2025 dan kini siap dimanfaatkan secara optimal.

“Gedung ini merupakan wujud kolaborasi, visi kebangsaan, serta komitmen bersama dalam membangun masa depan ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Hartono.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam sektor keuangan syariah dan industri halal. Namun potensi tersebut perlu didukung penguatan sumber daya manusia, riset, serta ekosistem pendukung yang berkelanjutan.

Kehadiran Islamic Economics and Business Center UNS diharapkan menjadi kontribusi konkret perguruan tinggi dalam menjawab tantangan tersebut.

Rektor UNS juga menegaskan bahwa pembangunan pusat ekonomi syariah ini sejalan dengan strategi DREAMTEAM UNS, khususnya nilai Active, yang menekankan pentingnya kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga masyarakat sipil.

“Universitas tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Gedung Islamic Economics and Business Center UNS diproyeksikan menjadi pusat unggulan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis syariah berbasis keilmuan dan kemaslahatan umat.

Selain sebagai pusat kajian dan riset, fasilitas ini juga diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan inovatif, riset aplikatif, serta sinergi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat lokal, nasional, hingga global. UNS menargetkan pusat ini mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki kompetensi akademik, integritas, etika, dan kepedulian sosial.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi, S.E., M.M., M.Si., menyampaikan bahwa Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH memiliki fungsi kemaslahatan, salah satunya diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan.

“Kami menyambut baik langkah UNS yang tidak hanya menerima pembangunan gedung, tetapi juga membuka program studi baru, yaitu Program Studi Ekonomi dan Keuangan Islam. Hal ini sejalan dengan mandat BPKH dalam mengelola keuangan haji secara transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah,” jelas Dr. Mulyadi.

Ia berharap kerja sama antara BPKH dan UNS dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi lain, termasuk penguatan literasi ekonomi syariah, sosialisasi keuangan haji, seminar, serta peran BPKH di tengah masyarakat. Program Kemaslahatan ini juga dilaksanakan bersama mitra pelaksana, salah satunya Rumah Zakat.

“UNS dipilih sebagai mitra strategis karena perannya sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus berpotensi menjadi pusat pengembangan pendidikan ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia,” pungkasnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X