BANJARSARI, KLIKSOLONEWS.COM — Gerakan Muda (GEMA) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta bekerja sama dengan SD Negeri 16 Mangkubumen Surakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Kerukunan Antarumat Beragama.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan sikap saling menghormati perbedaan sejak usia dini di lingkungan pendidikan dasar.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan enam agama resmi di Indonesia, yakni Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Katolik, dan Kristen. Kehadiran enam unsur agama ini menjadi wujud nyata semangat kebhinekaan dan kerukunan yang selama ini terjaga di Kota Solo.
Para siswa SDN 16 Mangkubumen tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat dengan pesan persaudaraan dan kebersamaan tersebut.
Dalam kegiatan ini, GEMA FKUB Kota Surakarta menyampaikan materi tentang pentingnya hidup rukun di tengah perbedaan agama, suku, dan budaya.
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif, disesuaikan dengan usia anak-anak sekolah dasar agar mudah dipahami dan menarik minat peserta didik.
Para siswa diajak untuk memahami bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling berteman, belajar bersama, dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, dengan saling mengenal dan menghormati perbedaan, persatuan dan kerukunan dapat terwujud secara harmonis.
Pemateri dari GEMA FKUB menekankan bahwa nilai toleransi, saling menghargai, dan semangat kebangsaan merupakan fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berbudaya, serta berwawasan kebhinekaan.
Pihak SD Negeri 16 Mangkubumen Surakarta menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dan mengapresiasi peran GEMA FKUB Kota Surakarta dalam memberikan edukasi kerukunan kepada peserta didik.
Kegiatan ini dinilai sangat positif dalam mendukung pembentukan karakter siswa yang toleran dan mampu hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui kegiatan Sosialisasi Kerukunan Antarumat Beragama ini, GEMA FKUB Kota Surakarta berharap nilai-nilai toleransi dapat tertanam kuat sejak dini dan terus berkembang hingga dewasa.
Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan penjaga kerukunan, khususnya di Kota Solo, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (KS01)