Jumat, 12 Juni 2026

Terinspirasi dari Song Wat Road di Thailand, Wali Kota Respati Ardi Pastikan Penataan Kawasan Yos Sudarso Libatkan Partisipasi Publik

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 11 Januari 2026 | 21:30 WIB
Terinspirasi dari Song Wat Road di Thailand, Wali Kota Respati Ardi Pastikan Penataan Kawasan Yos Sudarso Libatkan Partisipasi Publik. (KlikSoloNews/dok Thailand.com)
Terinspirasi dari Song Wat Road di Thailand, Wali Kota Respati Ardi Pastikan Penataan Kawasan Yos Sudarso Libatkan Partisipasi Publik. (KlikSoloNews/dok Thailand.com)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMWali Kota Surakarta, Respati Ardi, memastikan rencana penataan Jalan Yos Sudarso sebagai ikon wisata baru Kota Bengawan akan melibatkan partisipasi publik.

Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya masukan dari berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha, terkait rencana penerapan sistem satu arah yang dinilai berpotensi berdampak pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Respati menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tidak akan mengambil keputusan secara sepihak. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk warga dan pelaku usaha di sekitar Jalan Yos Sudarso, akan dirangkul dalam proses perencanaan.

“Mekanisme kajian dan partisipasi publik ini pasti akan kita laksanakan. Kami juga akan berdialog dengan pelaku usaha dan warga di kawasan tersebut,” ujar Respati.

Ia menjelaskan, pengaturan lalu lintas di Jalan Yos Sudarso merupakan bagian dari konsep awal pengembangan wisata terintegrasi di Kota Solo. Kawasan ini dirancang sebagai penghubung antara koridor Gatot Subroto (Gatsu), Nonongan, hingga Kampung Wisata Batik Kauman.

“Intinya adalah konsep integrasi wisata, mulai dari Gatsu, Nonongan, sampai Kauman. Konsep ini terinspirasi dari Pak Pramono Anung yang mengintegrasikan taman-taman di Jakarta. Menurut saya, konsep integrasi seperti ini sangat baik,” jelasnya.

Terkait rencana penerapan sistem satu arah, Respati menegaskan hal tersebut masih akan melalui kajian teknis dan riset rekayasa lalu lintas secara mendalam.

“Kenapa satu arah atau dua arah, itu nanti masuk dalam kajian rekayasa lalu lintas. Semua akan melalui riset khusus. Konsepnya agar menjadi satu kesatuan dengan Gatsu. Karena Gatsu ke arah utara satu arah, Yos Sudarso ke selatan satu arah, sehingga membentuk sirkulasi,” paparnya.

Meski demikian, Respati memastikan belum ada keputusan final. Pemkot Surakarta akan melakukan kajian lanjutan sebelum menetapkan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Selain pengaturan lalu lintas, penataan fisik kawasan juga menjadi bagian dari rencana pengembangan. Di antaranya penghilangan separator jalan serta penataan utilitas kota.

-
Terinspirasi dari Song Wat Road di Thailand, Wali Kota Respati Ardi Pastikan Penataan Kawasan Yos Sudarso Libatkan Partisipasi Publik. (KlikSoloNews/dok)

“Nantinya separator akan dihilangkan dan kabel listrik akan ditanam di bawah tanah, sehingga kawasan menjadi lebih lapang, rapi, dan tertata,” pungkasnya.

Dirancang Jadi Saingan Wisata Jalanan Thailand

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengungkapkan rencana menjadikan Jalan Yos Sudarso sebagai ikon wisata jalanan yang terinspirasi dari Song Wat Road di Thailand. Gagasan tersebut muncul setelah diskusi bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky dan budayawan Solo Sardono.

Menurut Respati, kawasan Yos Sudarso memiliki potensi besar sebagai pusat destinasi baru yang terintegrasi, sekaligus menjadi penghubung alami antara koridor Gatsu dan Kampung Wisata Batik Kauman.

“Kami melihat koridor Gatsu dan Kauman agak terpisah. Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri Ekraf dan tokoh Kemlayan, Prof Sardono, penyambungnya adalah Jalan Yos Sudarso. Itu akan kita rapikan dan benahi agar menjadi wisata baru. Saya sedang mempelajari Song Wat Road dengan harapan kawasan ini bisa berkonsep wisata jalanan,” ungkap Respati.

Pemkot Solo berharap penataan Jalan Yos Sudarso dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat sektor pariwisata, serta menghadirkan ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X