Jumat, 12 Juni 2026

Kolaborasi EUNIC–Lokananta Perkuat Program Pelestarian Arsip Rekaman Indonesia

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 1 Desember 2025 | 18:19 WIB
EUNIC Gandeng Lokananta Perkuat Program Pelestarian Arsip Rekaman Indonesia (Kliksolonewws/dok)
EUNIC Gandeng Lokananta Perkuat Program Pelestarian Arsip Rekaman Indonesia (Kliksolonewws/dok)








SOLO, KLIKSOLONEWS.COMLokananta terus memperkuat posisinya sebagai pusat pelestarian arsip audio Indonesia melalui rangkaian Program Publik dan Masterclass Museum Forward 2025. Program ini menjadi langkah penting dalam upaya penyelamatan ribuan pita reel bersejarah yang tersimpan sejak era 1950-an.


Selama puluhan tahun, kerja pengarsipan di Lokananta kerap berfokus pada arsip tekstual. Namun, koleksi rekaman analog berupa reel tape yang jumlahnya mencapai 5.843 unit kini mendapat perhatian khusus. Materi pita magnetik ini memiliki karakteristik unik dan memerlukan metode preservasi yang lebih kompleks.


Lokananta menjadi salah satu dari tiga institusi yang memperoleh grant dan pendampingan dari Museum Forward yang digagas EUNIC (European Union National Institutes for Culture). Program ini menghadirkan tiga profesional arsip audio: Julita Pratiwi, Will Prentice dari Phonogramm Archiv Austria, dan Maria Cecilia Ayson dari Filipinas Heritage Library.


Menurut Maya, perwakilan EUNIC Cluster Indonesia, Lokananta dipilih karena nilai historis koleksi rekamannya yang memiliki kontribusi besar bagi perjalanan musik dan industri rekaman Indonesia.


Sejak Agustus 2025, Tim Arsiparsi Lokananta yang terdiri dari Sherina Dwi Novitasari dan Bemby Ananto bekerja intensif menjalankan agenda preservasi, konservasi, dan digitalisasi. Pekerjaan ini didukung empat mahasiswa magang dari UGM dan Universitas Diponegoro.


Selama sebulan terakhir, Julita Pratiwi terlibat langsung dalam penanganan seri pita P3/7, koleksi awal Lokananta yang sebagian besar belum pernah didigitalkan. Targetnya, 500 pita reel dapat dipreservasi hingga Desember 2025. Julita menyebut upaya Lokananta kini mencoba menyeimbangkan fungsi ruang pamer dengan kebutuhan konservasi arsip audio.


Untuk mendukung pekerjaan ini, sebuah ruangan di ujung Galeri Lokananta diubah menjadi ruang kerja konservasi yang akan beroperasi secara berkelanjutan.


Pada periode akhir proyek, Lokananta menyajikan rangkaian Program Publik sebagai bentuk presentasi kepada masyarakat. Pembukaan pameran dijadwalkan pada 3 Desember 2025 dengan tajuk The Audio Conservators’ Room atau Ruangan Para Konservator Audio, yang dikuratori Caroline Safira Darmawan.


Dalam pameran ini, publik dapat mengetahui lebih banyak mengenai sejarah pita magnetik, jenis-jenisnya, kerusakan yang sering terjadi, hingga metode penanganan yang dilakukan tim konservator. Informasi disajikan melalui teks, foto, diagram, koleksi fisik, serta display interaktif yang memungkinkan pengunjung mendengarkan hasil digitalisasi rekaman.


Selain itu, dokumentasi proses kerja tim Lokananta selama empat bulan terakhir juga akan ditampilkan sebagai catatan perjalanan proyek.


Program Publik ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, kolektif, maupun lembaga yang memiliki minat pada pengarsipan.


Selain pameran, tersedia pula sesi Masterclass dari EUNIC yang menghadirkan para kolaborator sebagai pemateri. Masterclass akan membahas topik preservasi, konservasi arsip audio analog, hingga keterkaitan rekaman dengan identitas kultural. Sesi berlangsung secara offline dan online pada 4–5 Desember, sementara sesi terakhir pada 7 Desember dilaksanakan secara daring.


Lokananta berharap rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem pengarsipan dan membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi masyarakat. (KS1)













Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X