SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Gelaran Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di kawasan Pasarkliwon, Kota Solo, diwarnai laporan kehilangan barang dari sejumlah jamaah. Selama tiga hari pelaksanaan acara, sebanyak 56 laporan kehilangan masuk ke pihak kepolisian.
Acara yang digelar sejak Sabtu hingga Senin (11–13 Oktober 2025) itu diikuti lebih dari 30 ribu jamaah dari berbagai daerah. Kepadatan di sekitar lokasi haul membuat aksi pencopetan sulit terhindarkan.
Wakasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Sudarmiyanto mengatakan, sebagian besar laporan berasal dari jamaah yang kehilangan dompet dan telepon genggam. Laporan diterima baik di Polsek Pasarkliwon maupun di Mapolresta Surakarta.
“Selama pelaksanaan haul, total ada 56 laporan kehilangan — 53 laporan masuk ke Polsek Pasarkliwon, dan tiga lainnya di Polresta,” jelasnya, Senin (13/10/2025).
Menurut Sudarmiyanto, petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan patroli tambahan di titik-titik padat jamaah.
Dari hasil penyelidikan, tiga orang terduga pelaku pencopetan berhasil diamankan petugas. Dua di antaranya diketahui merupakan komplotan copet dari luar kota.
Salah satu pelaku, pria asal Kalijambe, Kabupaten Sragen, dikenakan wajib lapor karena belum cukup bukti untuk dilakukan penahanan.
“Ada satu pelaku yang cukup bukti dan sudah ditahan. Sementara satu lainnya masih wajib lapor karena korban tidak membuat laporan resmi,” kata Sudarmiyanto.
Pelaku Asal Jakarta Timur Beraksi di Tengah Keramaian
Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Prastiyo Triwibowo, menambahkan salah satu pelaku yang telah ditetapkan tersangka berinisial NK, warga Jakarta Timur. Ia ditangkap langsung di area haul saat tengah beraksi.
Dari hasil pemeriksaan, NK diketahui tidak beraksi sendirian. Polisi kemudian memburu rekannya yang berinisial RS, dan berhasil menangkapnya di kawasan Terminal Tirtonadi.
“NK tertangkap di lokasi haul. Dari pengembangan, rekannya RS kami amankan di Terminal Tirtonadi. RS berperan sebagai penerima hasil curian, berupa ponsel yang diambil NK,” ujar Prastiyo.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang menghadiri kegiatan keagamaan berskala besar untuk lebih waspada terhadap barang bawaannya, terutama di area yang padat pengunjung.
Meski sebagian besar jemaah mengikuti kegiatan dengan tertib, polisi menilai pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.(ks01)