SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFest), perhelatan besar musik etnik yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, kembali hadir pada 2025 dengan tema "Voice of Resonance".
Festival ini mengajak publik untuk menyuarakan perkembangan gamelan dan musik etnik sebagai karya seni adi luhur berbasis kerajinan kreatif, sehingga tercipta resonansi inklusif dengan spirit musik tradisional yang terus relevan di era modern.
Sejak pertama kali digelar pada 2014, GEMFest terus berkembang dan tahun ini resmi bertransformasi menjadi “Gamelan Ethnic Music Festival”.
Sruti Respati, Creative Director GEMFest, menegaskan bahwa festival ini konsisten menjadi agenda tahunan Kota Solo dan diharapkan segera masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.
“Konsistensi GEMFest mendukung status Kota Surakarta sebagai anggota Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) kategori City of Craft and Folk Arts,” ujarnya dalam jumpa pers di Museum Keris Nusantara, Kamis 14 Agustus 2025.
Tahun ini, GEMFest mengusung konsep "Music Festival x Seni Rupa Visual" yang menghadirkan karya seni rupa selaras dengan gamelan dan musik etnik.
“Konsep ini diharapkan menggugah minat generasi muda untuk menikmati dan melestarikan gamelan layaknya genre musik populer lainnya,” jelas Sruti.
Konsep tersebut juga hadir di rangkaian side event pra-festival:
- Sabtu 2 Agustus 2025 – Alun-Alun Kidul
- Sabtu 9 Agustus 2025 – Koridor Gatsu
- Jumat 15 Agustus 2025 – Lokananta, Solo
GEMFest 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pelestarian, regenerasi, dan kolaborasi lintas seni. Festival ini menghidupkan denyut ekonomi kreatif dengan melibatkan seniman, UMKM, dan komunitas lokal.
Tahun ini, festival akan dimeriahkan tokoh budaya dan musisi lintas genre seperti Sujiwo Tejo, Lala Atila, dan OM Lorenza, serta puluhan grup gamelan dari berbagai penjuru nusantara.
Puncak GEMFest 2025 akan digelar pada 22–23 Agustus 2025 di Balaikota Surakarta.
Pujiono, Pamong Budaya Disbudpar Solo, berharap festival ini semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap gamelan, terutama di kalangan generasi muda.
“GEMFest bukan hanya hiburan, tapi juga ruang edukasi, apresiasi, dan kolaborasi yang mengangkat gamelan sebagai warisan budaya dunia. Sebuah perayaan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ujarnya.
Di GEMFest 2025, resonansi gamelan tak hanya terdengar di telinga, tapi juga menetap di hati setiap jiwa yang hadir.(KS01)