Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Kelapa Meroket, Wali Kota Respati Ardi Siap Audiensi ke Kementan: UMKM Kuliner Solo Harus Dilindungi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 22 Mei 2025 | 10:30 WIB
Harga Kelapa Meroket, Wali Kota Respati Ardi Siap Audiensi ke Kementan: UMKM Kuliner Solo Harus Dilindungi. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
Harga Kelapa Meroket, Wali Kota Respati Ardi Siap Audiensi ke Kementan: UMKM Kuliner Solo Harus Dilindungi. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Menyikapi harga kelapa meroket yang dirasakan para pedagang dan pelaku UMKM, Wali Kota Surakarta Respati Ardi melakukan audiensi langsung dengan pedagang di Pasar Legi Solo, Selasa 20 Mei 2025.

Dalam kunjungan itu, Respati mendengarkan langsung keluhan para pedagang terkait kenaikan harga kelapa nasional yang cukup signifikan.

Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Agus Santoso, Respati menegaskan pemerintah kota tidak tinggal diam. Ia akan segera menggelar audiensi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membahas ketersediaan kelapa di pasar dalam negeri.

“Lonjakannya tidak seperti biasanya. Hari raya biasanya naik Rp200–Rp300, tapi sekarang Kelapa Wates bisa tembus Rp12 ribu, Kelapa Banjar sekitar Rp11 ribu. Ini sudah di luar kebiasaan,” ungkap Respati.

Kenaikan Harga Dipicu Ekspor Tinggi ke China

Menurut Respati, meningkatnya permintaan ekspor kelapa ke luar negeri, terutama ke China, menjadi salah satu faktor utama naiknya harga di pasar domestik.

Ia mengusulkan agar disusun rumusan kebutuhan kelapa harian untuk Kota Solo, agar sisanya dapat diekspor tanpa mengganggu pasokan lokal.

“Besok saya akan audiensi langsung dengan Pak Menteri. Fokusnya agar Solo punya data kebutuhan harian kelapa. Jadi, setelah itu terpenuhi, silakan ekspor. Tapi pasar dan UMKM kita jangan dikorbankan,” tegasnya.

Harga kelapa yang tidak stabil turut mengancam sektor UMKM kuliner di Solo, yang selama ini mengandalkan kelapa sebagai bahan baku utama. Dari olahan santan hingga makanan tradisional, banyak pelaku usaha rumahan mulai merasakan dampaknya.

“Kalau ini dibiarkan, harga bahan baku naik terus, nanti imbasnya ke konsumen. UMKM bisa kehilangan pelanggan, daya beli bisa turun. Ini yang kami jaga,” tambah Respati.

Dalam audiensi, para pedagang menyampaikan bahwa suplai kelapa butir di Solo umumnya berasal dari tiga wilayah utama: Wates (DIY), Pacitan (Jatim), dan Banjarnegara (Jateng). Namun distribusi dari daerah tersebut turut terdampak oleh tingginya permintaan luar negeri.

Usai berdiskusi, Respati berkeliling Pasar Legi, memantau langsung harga dan kondisi lapangan. Ia menyatakan bahwa Pemkot Solo akan menyusun laporan komprehensif untuk disampaikan dalam audiensi bersama Kementan, demi menjaga stabilitas harga dan kelangsungan ekonomi lokal.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X