Sabtu, 13 Juni 2026

Wali Kota Respati Ardi Resmikan Posyandu+ Tempatmu Mengadu untuk Perluas Layanan Kesehatan Mental dan Sosial di Solo

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 20 Mei 2025 | 08:30 WIB
Wali Kota Respati Ardi Resmikan Posyandu+ Tempatmu Mengadu untuk Perluas Layanan Kesehatan Mental dan Sosial di Solo. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
Wali Kota Respati Ardi Resmikan Posyandu+ Tempatmu Mengadu untuk Perluas Layanan Kesehatan Mental dan Sosial di Solo. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMWali Kota Surakarta Respati Ardi bersama Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia Respati Ardi, meresmikan program inovatif Posyandu Plus (Posyandu+).

Posyandu Plus bertajuk "Posyandu Tempatmu Mengadu", diresmikan pada Sabtu 17 Mei 2025, pagi di Posyandu Ngadi Asih, RW 1 Joglo.

Peluncuran program ini dilakukan serentak di empat lokasi lainnya: Mojosongo, Laweyan, Joyontakan, dan Semanggi.

Berbeda dari Posyandu konvensional, Posyandu+ hadir sebagai pusat layanan berbasis komunitas yang tak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memperluas fungsi pelayanan ke bidang kesehatan mental, pendidikan, sosial, ketenagakerjaan, hingga perlindungan masyarakat.

Hal ini selaras dengan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Permendagri No. 13 Tahun 2024 terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kami ingin Posyandu tidak hanya identik dengan penimbangan balita. Tapi menjadi tempat yang menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk soal kesehatan mental dan tenaga kerja. Jadi Posyandu itu tempatmu mengadu,” ujar Respati.

Dalam peresmian yang dikemas dalam diskusi ringan bertema "Pentingnya Kesehatan Mental", hadir pula psikolog Khabibah Solikhah, M.Psi dan dr. Dwikky dari RSUD Ibu Fatmawati Soekarno. Diskusi ini sekaligus menjadi awal layanan konseling yang kini mulai hadir di Posyandu.

Respati menjelaskan banyaknya aduan terkait kesehatan mental, terutama dari remaja, anak-anak, dan keluarga, menjadi dasar kuat penguatan layanan konseling di Posyandu+.

“Petugas konseling kita tambah. Banyak remaja yang datang. Nanti tempat konseling akan dipisah agar nyaman. Kalau ada universitas mau turun lewat pengabdian masyarakat, kita sangat terbuka,” ungkapnya.

Target 629 Posyandu

Respati menargetkan layanan Posyandu+ merata di 629 Posyandu se-Kota Solo dalam lima tahun ke depan. Ia ingin Posyandu menjadi seperti Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), tapi hadir lebih dekat di tengah masyarakat.

“Dalam waktu dekat kita tambahkan sarana dan prasarana Posyandu. Saya ingin tiap Posyandu punya peran lintas sektor, ada keterwakilan dari beberapa OPD di situ,” katanya.

Menariknya, Respati juga memasukkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) ke dalam platform Posyandu+, meski tidak tercantum dalam SPM Permendagri. Hal ini untuk menjawab kebutuhan informasi dan fasilitasi kerja bagi usia produktif.

“Anak-anak muda yang cari kerja, bisa ke Posyandu. Disnaker akan kita tempatkan juga, supaya semuanya terfasilitasi. Ini Posyandu gaya baru,” jelas mantan Ketua BPC HIPMI Surakarta tersebut.

Dengan program ini, Posyandu+ di Solo tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tapi juga ruang aman dan strategis bagi masyarakat untuk mengakses berbagai kebutuhan dasar, termasuk konsultasi psikologi, informasi kerja, dan pendidikan keluarga.

Pemerintah Kota Surakarta menargetkan transformasi besar-besaran Posyandu sebagai wajah baru pelayanan publik berbasis komunitas di tingkat akar rumput.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X