Sabtu, 13 Juni 2026

Ngopi Zaman Now: Membedah Coffee Shop Solo dan Gaya Hidup Anak Muda

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 8 Mei 2025 | 07:35 WIB
Ngopi Zaman Now: Membedah Coffee Shop Solo dan Gaya Hidup Anak Muda. (KlikSoloNews/dok)
Ngopi Zaman Now: Membedah Coffee Shop Solo dan Gaya Hidup Anak Muda. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Fenomena maraknya coffee shop di kalangan anak muda Kota Solo menjadi sorotan utama dalam diskusi publik .


Diskusi bertajuk “Ngopi Zaman Now: Coffee Shop di Mata Anak Muda Solo – Tren, Citra, dan Masa Depan” yang digelar Configured Indonesia, unit riset dan pengembangan komunitas dari Karavan Media Nusantara dan Riset (KMNR), pada Selasa 6 Mei 2025, di Tiga Serangkai Smart Office, Surakarta.


Forum ini menjadi wadah pemaparan hasil riset terbaru terkait perilaku dan preferensi konsumen muda terhadap coffee shop di Solo.


Dari survei yang melibatkan 165 responden berusia 17–44 tahun, ditemukan bahwa 60 persen dari mereka rutin mengunjungi coffee shop sebanyak 1–3 kali setiap minggu.


Tujuan utama mereka bukan hanya menikmati kopi, tetapi juga bersosialisasi, bekerja, hingga belajar. Faktor kenyamanan tempat, desain interior, kualitas Wi-Fi, dan pelayanan ramah menjadi pertimbangan utama dalam memilih coffee shop.


“Coffee shop di Solo kini bukan sekadar tempat minum kopi. Ia telah menjadi ruang sosial, ruang kerja alternatif, bahkan wadah komunitas,” ujar Nabhan Fadlan, Manager Configured Indonesia sekaligus pemapar utama dalam acara ini.


Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor yang memberikan pandangan dari sudut pandang akademisi, pelaku industri, hingga pengguna aktif coffee shop.


Di antaranya adalah Dr Catur Sugiarto, Associate Professor FEB UNS sekaligus Presiden Association of Indonesia Business Incubator (AIBI), yang menyoroti potensi coffee shop dalam mendukung ekosistem bisnis kreatif dan inkubasi wirausaha muda.


Ketua BPPD Surakarta yang juga GM The Sunan Hotel, Retno Wulandari, menambahkan keberadaan coffee shop turut memberi warna pada citra pariwisata kota.


Sementara itu, Tesa Pujiastuti, Event Manager Alila Hotel Solo sekaligus konsumen kopi, berbagi pengalamannya tentang coffee shop sebagai ruang relaksasi dan eksplorasi rasa.


Diskusi dimoderatori Triya Ayu Retnaningtyas dari Configured Indonesia, dan terbuka bagi mahasiswa, akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha coffee shop, hingga pemangku kepentingan sektor pariwisata.


“Melalui forum ini, kami ingin membangun pemahaman kolektif tentang peran coffee shop dalam mendukung gaya hidup produktif dan ekosistem kreatif kota,” tutup perwakilan Configured Indonesia.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X