Jumat, 12 Juni 2026

Santri Madrasah Asal Solo yang Tenggelam di Pantai Parangtritis Ditemukan Tewas

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 11 Desember 2023 | 18:33 WIB
Santri Madrasah Asal Solo yang Tenggelam di Pantai Parangtritis Ditemukan Tewas. (KlikSoloNews/dok)
Santri Madrasah Asal Solo yang Tenggelam di Pantai Parangtritis Ditemukan Tewas. (KlikSoloNews/dok)

BANTUL, KLIKSOLONEWS.COM – Santri madrasah asal Kota Solo yang tenggelam di Pantai Prangtritis ditemukan dalam kondisi tewas.

MFA (14) yang bermain air di Pantai Parangtritis bersama dua temannya akhirnya dtemukan. Namun, bocah asal Sampang Madura, Jawa Timur ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Korban ditemukan mengapung sekira pukul 13.00 WIB oleh Tim SAR Gabungan yang melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Korban ditemukan sekira 10 km ke arah barat dari lokasi tenggelamnya.

Koordinator Sar Satlinmas Wilayah III Pantai Parangtritis, M Arief Nugroho ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Arief mengatakan, korban mengapung di kawasan Pantai Cemara Sewu. SAR gabungan segera melakukan evakuasi korban ke daratan. Kemudian membawa korban ke posko SAR gabungan, dan melakukan kordinasi dengan pihak pihak terkait.

Pencarian terhadap MFA dilakukan selama 4 hari, dimulai sejak Kamis 7 Desember 2023 siang. Dua orang santri lainnya yang terseret ombak bersama MFA, yaitu ASA (14) dan MASI (15), berhasil diselamatkan.

Kronologi Kejadian

Ketiga santri tersebut berasal dari Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan Surakarta atau Mts N Surakarta. Mereka bersama rombongan datang menggunakan bus ke Pantai Parangtritis pulul 09.30 WIB dengan jumlah rombongan 58 orang.

Ketika tiba di pantai, mereka kemudian melakukan foto bersama bergiliran putra putri sekitar pukul 09.45 WIB. Di mana siswa putra berfoto terlebih dahulu dan kemudian saat siswi putri melakukan foto bersama, beberapa siswa putra bermain air.

"Nah para siswa itu bermain air terlalu ke tengah di kawasan palung," ungkap Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Pantai Parangtritis, M Arief Nugroho.

Dan kemudian secara tidak sengaja korban terbawa arus ketengah dan tenggelam. Petugas Satlinmas Rescue Wilayah III dan DitPolair Polda DIY langsung bergegas mengejar korban dengan berenang.

"Korban ASA dan MADI berhasil diselamatkan namum korban MFA tidak dapat dijangkau oleh tim penolong," tambahnya.

Faktor penyebab MFA tenggelam diduga karena bermain air terlalu ke tengah di kawasan palung. Kawasan palung di Pantai Parangtritis merupakan kawasan yang berbahaya karena memiliki arus yang kuat.

Arief Nugroho mengimbau kepada wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis untuk berhati-hati saat bermain air. Wisatawan diimbau untuk tidak bermain air terlalu ke tengah dan selalu waspada terhadap arus laut. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X