SOLO, KLIKSOLONEWS.COM -- Baik dalam Babad Tanah Jawi , Babad Kartasura Pacinan , maupun dalam Babad Giyanti, kisah perpindahan Karaton dari Kartasura ke Surakarta hampir sama deskripsinya. Secara ringkas kisahnya sebagai berikut.
Ketika Sunan Paku Buwana II (1726 – 1749) kembali dari Ponorogo (1742), baginda menyaksikan kehancuran bangunan istana. Hampir seluruh bangunan rusak berat, bahkan banyak yang rata dengan tanah akibat ulah para pemberontak Cina.
Bagi Sunan, keadaan tersebut mendorong niatnya untuk membangun sebuah istana yang baru, sebab istana Kartasura sudah tidak layak lagi sebagai tempat raja dan pusat kerajaan.
Niat ini kemudian disampaikan kepada para punggawa kerajaan. Patih R. Ad. Pringgalaya dan beberapa bangsawan diajak berembug tentang rencana pembangunan istana baru tersebut.
Raja berkehendak membangun istana baru di tempat yang baru. Raja menghendaki, istana yang baru itu berada di sebelah timur istana lama, dekat dengan Bengawan Sala.
Hal ini dilakukan di samping untuk menjahui pengaruh para pemberontak yang mungkin masih bersembunyi di kartasura, juga untuk menghapus kenangan buruk kehancuran istana Kartasura.
Setelah diadakan pembicaraan seperlunya tentang rencana Sunan tersebut, akhirnya Sunan mengutus utusan yang terdiri dari ahli negara, pujangga dan ahli kebatinan untuk mencari tempat yang cocok bagi pembangunan istana baru.
Para utusan tersebut diberi wewenang dan kekeuasaan untuk bersama-sama mencari dan memilih tempat yang cocok untuk istana batu, baik sacara lahiriah maupun batiniah.
Utusan itu terdiri dari Mayor Hohendorp, Adipati Pringgalaya, dan Adipati Sindurejo (masing-masing sebagai Patih Jawi’Patih Luar’ dan Patih Lebet ‘Patih Dalam’), serta beberapa orang bupati.
Utusan itu diikuti oleh Abdi Dalem ahli nujum, Kyai T Hanggawangsa, RT Mangkuyuda, dan RT Puspanegara. Setelah berjalan lama, mereka mendapatkan tiga tempat yang dianggap cocok untuk dibangun istana. (bersambung)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: KS1
Terkini
Jumat, 12 Juni 2026 | 19:30 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 17:43 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:59 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:53 WIB
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:17 WIB
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:03 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 19:25 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 15:14 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 15:05 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 02:06 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 11:30 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 11:15 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 07:30 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 07:30 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 21:16 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 14:30 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 12:15 WIB