Jumat, 12 Juni 2026

RetrospeksI Akhir Tahun MASDON ART CENTER

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 25 Oktober 2020 | 09:02 WIB
SOLO, KLIKSOLONEWS.COM -- Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020, Masdon Art Center menginisiasi sebuah program dengan tajuk “Retrospeksi Akhir Tahun”.

Kegiatan seni dan budaya tersebut sekaligus pembukaan Masdon Art Center sebagai sebuah infrastruktur yang disiapkan untuk mendukung kegiatan para seniman, sastrawan, serta warga Solo lainnya dalam menghasilkan karya seni, sastra dan Budaya yang berkualitas dan menginspirasi.

Melalui rangkaian program Retrospeksi Akhir Tahun, Masdon Art Center mengajak publik untuk memaknai situasi akhir tahun di masa pandemi ini.

Salah satunya dengan merenungkan dan menengok kembali sisi sejarah kepemudaan di Kota Solo melalui sebuah program Pameran Arsip “Milenial 1928”.

Dalam pameran ini akan menampilkan kilas sejarah keberadaan sekolah multikultural di Kota Solo dalam “Garis Waktu AMS, Algemene Middlebare School”, salah satu sekolah multikultural di Solo yang melahirkan banyak pemuda yang menjadi tokoh bangsa serta pujangga besar Indonesia di periode tahun 1926.

Kiprah dan aktivitas mereka berhubungan erat dengan peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Seiring sejalan dengan pameran tersebut, juga akan dipamerkan sejarah arsip bertema “Garis Waktu Jalur Kapujanggan Kota Solo” yang akan menampilkan sisi sejarah dunia kapujanggan kota Solo yang telah mengakar kuat sejak periode awal berdirinya kota ini.

Kota Solo memiliki peran penting bagi perkembangan jalur kepujanggan dan begitu juga sebaliknya. Perkembangan seni, budaya dan sastra bukan hanya berperan bagi seniman dan sastrawan saja namun juga merupakan dasar lahirnya semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan serta rasa saling menghargai adanya keanekaragaman.

Dalam perjalanan sejarah lahir pula sebuah Sekolah Budaya Timur yang bermana AMS atau Algemene Middlebare School atau Sekolah Indonesia Timur (Sekolah Mesen UNS).

Kehadiran sekolah ini telah menarik banyak perhatian pemuda-pemudi dari beberapa daerah dan pulau lain di Nusantara untuk menempuh studi di AMS, Solo. Hal ini yang membuat kota Solo memiliki arti penting bagi perkembangan karya sastra dan para sastrawan yang merupakan alumni dari sekolah AMS. Begitu pula sebaliknya, pemuda-pemudi yang datang dari berbagai daerah dan pulau dengan latar belakang keluarga, budaya, serta agama yang berbeda memungkinkan terjadinya akulturasi dan interfaith.

Banyak sastrawan yang lulus dari sekolah AMS di Solo yang pada akhirnya menjadi tokoh besar sekaligus merupakan founding father dari bangsa Indonesia.

Kegiatan utama dari Pameran Arsip Millenial 1928 berupa pameran arsip yang menampilkan tokoh-tokoh muda pada zamannya yang memiliki peran penting dalam jalur kepujanggaan di Solo yang dicetak pada kain panjang dan ditata sedemikian rupa.

Adanya sekolah AMS atau Algemene Middle Bar School atau lebih dikenal dengan Sekolah Indonesia Timur di Kota Solo pada tahun 1926 menambah kuat kedudukan seni dan sastra bagi kota Solo dan Indonesia.

Sebuah sekolah selevel SMA telah melahirkan banyak tokoh-tokoh penting dari pujangga besar yang memiliki banyak karya penting dan bersejarah, pemuda-pemudi dibelakang Peristiwa Sumpah Pemuda dan beberapa tokoh lainnya.



Peristiwa Sumpah Pemuda dapat dikatakan sebagai landasan penting bagi lahirnya semangat kebangsaan dan persatuan serta kesatuan. Bertepatan dengan adanya hari Sumpah Pemuda pada bulan Oktober 2020.

Maka Masdon Art Center akan memperingati peristiwa penting yang diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pemuda-pemudi dan masyarakat luas pada umumnya akan arti penting semangat Persatuan dan Kesatuan.

Pameran Arsip Millenial 1928 ini akan berlangsung selama 2 bulan. Beberapa kegiatan lainnya yang melengkapi Pameran Utama ini adalah pertunjukan, mural, pembacaan puisi, pertunjukan musik instrumental dan lainnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terbangun semangat kebangsaan, saling menghargai keanekaragaman, persatuan dan kesatuan, serta dapat menginspirasi pemuda dan pemudi Millenial, serta membuka kembali aktivitas dan kegiatan seni di Masdon Art Center sebagai ruang yang dirancang merespons prinsip protokol kesehatan bagi seniman dan sastrawan untuk berkarya.

Sehingga dapat mendukung program pariwisata kota Solo yang memilih seni pertunjukan sebagai hal yang utama dan tetap tanggap terhadap isu Covid-19. (Rilis/KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X