Jumat, 12 Juni 2026

TUGU PEMANDENGAN: Makna Mendalam dari Tetenger Kota

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 23 Juli 2020 | 14:27 WIB
PASARKLIWON (KLIKSOLONEWS.COM)Tugu Pemandengan, mungkin nama tak lazim bagi warga pendatang ke Kota Solo. Warga dari Kota Bengawan lebih akrab jika menyebut Tugu Nol Kilometer.

Secara mendalam, Tugu Pemandengan memiliki makna mendalam. Nama tugu ini berasal dari gabungan dua kata yang berasal dari bahasa Jawa, yaitu "mandeng" dan "dalem".

Dari asal katanya "mandeng" yang artinya melihat dengan sungguh-sungguh. Setelah digabung dengan awalan pe- dan akhiran -an menjadi "pemandengan", yang maknanya adalah tempat untuk menatap dengan sungguh-sungguh.

Adapun, "dalem" itu merupakan bagian dari sebutan gelar Raja Kasunanan Surakarta, yaitu  Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangdjeng Susuhunan (SISKS).

Tugu ini kini berdiri di tengah jalan Jenderal Sudirman dan saat ini menjadi patokan titik nol kilometer (0 KM) Kota Surakarta. Bangunan tugu berbentuk segi empat mengerucut ke atas dengan empat lentera mengarah ke segala arah dengan total tingginya sekitar +/- 3 meter.

Diperkirakan tugu ini dibangun pada awal era berdirinya Kraton Kasunanan Surakarta di era Sinuhun PB II sebagai konsep berdirinya suatu khuta raja dan bentuknya kemudian disempurnakan di era PB X.

Dalam pembangunan keraton, konsep dasar yang diusung adalah praja-kejawen yang melahirkan suatu situs poros sakral antara Keraton-Tugu Pemandengan Dalem.

Dahulu Tugu ini berfungsi sebagai titik fokus pandangan Raja Kasunanan Surakarta ketika beliau lenggah sinewaka (duduk di singgasana ketika para kawula menghadap raja) di Sasana Sumewa yang berada di Pagelaran Kraton/bangsal Tratag Rambat.

Tugu ini menjadi sarana memfokuskan pandangan terutama ke bagian puncaknya sebagai salah satu sarana meditasi Sinuhun guna menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi rakyat atau kawulanya. (Daniel Yugusta Chris Valiantdra-01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X