SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel mengaku sedih mendengar kabar mundurnya pelatih Persis Solo, Peter de Roo. Namun, ia menegaskan timnya tetap fokus menatap laga penting Derby Mataram di Stadion Manahan, Solo.
Van Gastel mengungkapkan, hubungan baiknya dengan Peter de Roo sudah terjalin sejak lama. Keduanya berasal dari negara yang sama dan sering bertukar pikiran soal sepak bola. Ia menyebut, sebelum kabar mundurnya beredar, mereka bahkan sempat makan malam bersama.
“Apabila kita mempunyai kolega, dua orang berasal dari negara yang sama di kota yang berdekatan, sudah sewajarnya kita bertemu dan bercengkrama. Saya undang Peter ke rumah saya, kita makan malam dan berbicara soal sepak bola dan karier di musim kemarin hingga ke depannya. Selalu sangat sedih bagaimana kolega Anda di rumahkan. Ini soal pekerjaan, karena pekerjaan ini berat 24/7, dan terkadang ada risiko untuk di rumahkan,” ungkap Van Gastel.
Meski mengaku bersimpati terhadap situasi yang dialami Peter de Roo, pelatih asal Belanda itu menegaskan fokusnya kini hanya pada pertandingan melawan Persis Solo. Ia menilai laga Derby Mataram akan menjadi ujian berat bagi anak asuhnya.
“Tergantung nanti jalannya pertandingan bagaimana. Sebagai pemain bertahan itu sulit menghadapi striker dengan fisik tinggi, besar, dan punya kecepatan bagus. Tapi ini bukan soal individu, ini soal tim, bagaimana satu sama lain saling membantu untuk bertahan,” jelasnya.
Van Gastel juga menyinggung pentingnya masa pramusim dalam pembentukan tim. Menurutnya, tahap pramusim memberi pelatih kesempatan untuk mengenal karakter dan kemampuan pemain sebelum menentukan formasi terbaik.
“Di pramusim itu sangat penting, terutama bagi coach. Pada saat itu coach belum menentukan siapa pemainnya dan memberikan semua kesempatan kepada pemain untuk menunjukkan kualitasnya. Bahkan sebelum liga dimulai, coach sudah bisa memprediksi siapa yang akan menjadi andalan dari hasil pramusim,” ujarnya.
PSIM Jogja dijadwalkan menghadapi Persis Solo dalam laga bertajuk Derby Mataram di Stadion Manahan, Solo. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat rivalitas panjang kedua tim yang sama-sama berasal dari wilayah Mataram. (KS1)