BANTEN, KLIKSOLONEWS.COM – Kompetisi IBL GoPay 2026 dipastikan akan menghadirkan juara baru.
Kepastian tersebut datang setelah Pelita Jaya Basketball Jakarta berhasil menyingkirkan juara bertahan Dewa United Banten dengan skor seri 3-1 pada semifinal best-of-five.
Kemenangan tersebut membawa Pelita Jaya melangkah ke partai final untuk menghadapi Bogor Hornbills yang sebelumnya juga sukses memastikan tiket ke babak puncak. Pertemuan kedua tim diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam beberapa musim terakhir.
Perjalanan Pelita Jaya menuju final tidak berlangsung mudah. Tim asuhan Johannis Winar sempat mengalami kekalahan pada pertandingan pertama semifinal melawan Dewa United.
Namun, Pelita Jaya menunjukkan mental juara dengan bangkit dan memenangkan tiga pertandingan berikutnya secara beruntun. Tren positif tersebut menjadi bukti kedalaman skuad serta kemampuan mereka menjaga konsistensi di fase krusial kompetisi.
Keberhasilan membalikkan keadaan sekaligus menegaskan status Pelita Jaya sebagai salah satu tim paling berpengalaman di kompetisi bola basket profesional Indonesia.
Pertandingan keempat yang digelar di kandang Dewa United menjadi laga hidup-mati bagi tuan rumah. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Dewa United mencoba tampil menekan sejak kuarter pertama demi memaksakan game kelima.
Namun Pelita Jaya tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Organisasi permainan yang rapi, pertahanan disiplin, serta kemampuan menjaga momentum pada saat-saat penting membuat mereka mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
Kemenangan di Game 4 memastikan Pelita Jaya menutup seri semifinal dengan skor 3-1 sekaligus mengakhiri perjalanan Dewa United dalam mempertahankan gelar juara.
Tersingkirnya Dewa United Banten menciptakan fakta menarik bagi kompetisi musim ini. Untuk kelima kalinya secara beruntun, IBL akan melahirkan juara yang berbeda.
Fenomena tersebut menunjukkan semakin meratanya kualitas antarklub di Indonesia. Tidak ada lagi dominasi satu tim dalam jangka panjang, sehingga persaingan menuju gelar juara menjadi semakin terbuka dan sulit diprediksi.
Kondisi ini juga menjadi indikator positif bagi perkembangan kompetisi basket nasional yang semakin kompetitif dari tahun ke tahun.