JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - IBL League MVP 2026: ini kriteria penilaiannya, Travin Thibodeaux dan Kentrell Barkley bersaing ketat.
Indonesian Basketball League atau IBL GoPay 2026 memasuki pekan terakhir musim reguler. Menjelang berakhirnya kompetisi, pihak liga bersiap menghitung sekaligus mengumumkan daftar nominasi penghargaan individu musim ini.
Salah satu penghargaan paling bergengsi yang akan diperebutkan adalah IBL League MVP 2026 atau pemain terbaik musim reguler.
Lima pemain yang masuk kandidat peraih IBL League MVP 2025, yakni Travin Thibodeaux (Bogor Hornbills), Donell Copper (Dewa United), Kenyon Buffen (Rans Simba), Kentrell Barkley (Kesatria Bengawan Solo), dan Nicholas Hornsby (Hangtuah Jakarta).
Dilansir laman resmi IBL, pihak liga menjelaskan penghargaan MVP diberikan kepada pemain dengan performa terbaik sepanjang musim reguler IBL 2026.
Seluruh pemain IBL berkesempatan masuk nominasi dengan syarat minimal telah tampil dalam 10 pertandingan selama musim berjalan.
Dalam menentukan kandidat MVP, liga mempertimbangkan sejumlah aspek statistik individu maupun kontribusi pemain terhadap tim.
Beberapa indikator yang masuk dalam penilaian antara lain:
- Points per Game (PPG)
- Assists per Game (APG)
- Rebounds per Game (RPG)
- Efficiency
- Plus/Minus (+/-)
- Team Net Rating
- Minutes per Game (MPG)
Efficiency menjadi salah satu aspek penting karena menunjukkan kontribusi keseluruhan pemain di lapangan.
Penilaian efficiency dihitung dari kontribusi positif seperti poin, rebound, assist, steal, dan block, kemudian dikurangi kesalahan seperti turnover, kegagalan tembakan, dan free throw yang meleset.
Selain itu, penggunaan statistik plus/minus (+/-) juga dianggap penting untuk melihat dampak kehadiran pemain terhadap selisih skor tim saat berada di lapangan.
IBL juga mensyaratkan Team Net Rating bernilai positif karena dianggap mencerminkan kontribusi pemain dalam membantu tim mencetak poin lebih banyak dibanding lawan.
Sikap Pemain Juga Jadi Penilaian
Tak hanya statistik, aspek attitude atau sikap pemain selama musim reguler juga menjadi perhatian liga dalam menentukan kandidat MVP.
Penilaian tersebut mencakup perilaku pemain terhadap pertandingan, kepatuhan terhadap peraturan, serta interaksi dengan lawan, perangkat pertandingan, rekan setim, hingga suporter.