Selasa, 16 Juni 2026

Putra Nababan Kritik TVRI: Nobar Piala Dunia 2026 Dinilai Terlalu Jawa-Sentris

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Senin, 15 Juni 2026 | 20:13 WIB
Putra Nababan Kritik TVRI: Nobar Piala Dunia 2026 Dinilai Terlalu Jawa-Sentris. (kliksolonews/dok AI)
Putra Nababan Kritik TVRI: Nobar Piala Dunia 2026 Dinilai Terlalu Jawa-Sentris. (kliksolonews/dok AI)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, mengkritik TVRI yang dinilai masih terlalu berfokus pada wilayah Pulau Jawa dalam pelaksanaan berbagai program menjelang pembukaan Piala Dunia 2026.

Menurutnya, lembaga penyiaran publik tersebut perlu memberikan perhatian yang lebih merata kepada masyarakat di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur.

Kritik tersebut disampaikan Putra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA dengan agenda Evaluasi Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I Tahun 2026.

Baca Juga: RESMI! Persis Solo Tunjuk Ricky Nelson sebagai Pelatih Kepala

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Salah satu hal yang menjadi sorotan Putra adalah penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pembukaan Piala Dunia yang dipusatkan di Jakarta dan Bandung. Ia mempertanyakan alasan pemilihan lokasi tersebut, sementara banyak daerah di Indonesia Timur dan Indonesia Tengah yang memiliki antusiasme tinggi terhadap sepak bola.

“Kenapa kick-off awalnya di Jakarta dan Bandung? Kenapa tidak dibuat di Ambon, NTT, Papua, atau Makassar? Piala Dunia ini milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya masyarakat di Pulau Jawa,” ujar Putra dalam rapat tersebut.

Politikus itu menegaskan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan pentingnya pemerataan program TVRI agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Baca Juga: Cedera, Febri Hariyadi Resmi Pamitan dari Persis Solo

Menurutnya, kecintaan masyarakat di wilayah timur Indonesia terhadap sepak bola sangat besar dan seharusnya mendapat perhatian yang setara.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan bahwa kita memiliki saudara-saudara di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur yang luar biasa cintanya terhadap sepak bola. Jika TVRI menjalankan program untuk seluruh masyarakat Indonesia, maka hal itu harus benar-benar tercermin dalam pelaksanaan program dan penggunaan anggaran,” tegasnya.

Putra berharap TVRI dapat mengevaluasi kebijakan dan perencanaan program ke depan agar lebih inklusif serta merepresentasikan seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: COMEBACK GILA! Bintang Timur Surabaya Juara PFL 2025/2026 Usai Tertinggal 0-3 atas Cosmo JNE

Dengan demikian, berbagai kegiatan nasional, termasuk momentum besar seperti Piala Dunia, dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat dari Sabang hingga Merauke.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X