SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Polemik foto anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Khairul Anwar, bersama mantan terpidana kasus mafia bola, Johar Lin Eng, tengah menjadi sorotan tajam publik. Baik Khairul Anwar maupun PSSI pusat belum mengeluarkan pernyataan resmi meski desakan klarifikasi terus menguat.
Foto keduanya yang beredar luas di media sosial memicu gelombang kritik di tengah situasi sepak bola nasional yang sedang dibayangi tuntutan reformasi. Banyak pihak menilai kemunculan foto itu tidak sensitif, terutama ketika federasi masih menghadapi sorotan terkait performa Timnas dan isu tata kelola.
Akun komunitas sepak bola @lingkar.sepakbola menilai momen tersebut melukai kepercayaan publik.
“Ketika masyarakat berharap perubahan, yang terjadi malah agenda politik bareng eks Mafia Bola. Rasanya susah percaya kebetulan,” tulis akun tersebut.
Akun @garudarevolution.football ikut mengkritik langkah itu yang dianggap memiliki nuansa politik kuat dan dilakukan pada waktu yang tidak tepat.
“Udah tau PSSI lagi disorot, masih bisa-bisanya safari politik sama figur yang pernah merusak integritas sepak bola. Minimal bikin langkah yang bikin suporter seneng dulu lah,” tulisnya.
Akun itu juga mempertanyakan dugaan rangkap jabatan.
“Exco mau nyalon jadi Ketua Asprov Jateng juga? Multi role atau gimana ini?”
Sorotan lain datang dari akun @forum_wasit_idn yang mempertanyakan apakah fenomena ini menjadi sinyal kembalinya praktik mafia bola di Indonesia.
“Mafia bola will comeback? Safari politik ini bikin publik makin bertanya: ke mana arah perbaikan sepak bola kita?”
Ketiadaan penjelasan dari Khairul Anwar maupun PSSI membuat spekulasi semakin berkembang. Di berbagai platform digital, mulai dari X, Instagram hingga TikTok, gelombang komentar warganet, kelompok suporter, dan pengamat sepak bola terus bermunculan.
Di tengah tuntutan profesionalisme dan reformasi sepak bola Indonesia, publik kini menunggu sikap tegas dan keterbukaan dari PSSI guna memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap federasi. (KS1)