Sabtu, 13 Juni 2026

Indonesia Borong Lima Medali di World Boccia Cup 2025, Gischa Zayana Tumbangkan Juara Paralimpiade

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 20 November 2025 | 11:00 WIB
Indonesia Borong Lima Medali di World Boccia Cup 2025, Gischa Zayana Tumbangkan Juara Paralimpiade (Kliksolonews/dok. NPCI)
Indonesia Borong Lima Medali di World Boccia Cup 2025, Gischa Zayana Tumbangkan Juara Paralimpiade (Kliksolonews/dok. NPCI)








SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kontingen Boccia Indonesia kembali menunjukkan kualitasnya di level dunia setelah membukukan empat medali emas dan satu medali perak pada ajang World Boccia Cup 2025 yang berlangsung di Coimbra, Portugal, 8–16 November 2025. Prestasi ini menjadi salah satu capaian terbaik Indonesia di penghujung tahun, sekaligus langkah penting dalam perburuan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.


Emas pertama hadir melalui Muhammad Afrizal Syafa yang tampil gemilang di kelas BC1 putra. Pada laga final, Afrizal menundukkan atlet andalan tuan rumah, Andre Ramos, dan memastikan Indonesia membuka jalan prestasi sejak awal kompetisi.


Kejutan juga datang dari nomor BC1 putri. Gischa Zayana tampil luar biasa setelah mengalahkan peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024, Cristina Goncalves. Kemenangan di hadapan publik Portugal menjadikan medali emas Gischa sebagai salah satu sorotan utama turnamen.


Nomor BC2 putra juga menjadi panggung dominasi Indonesia. Dua wakil Tanah Air, Muhammad Bintang Satria Herlangga dan Felix Ardi Yudha, berjumpa di partai final. Bintang mengamankan medali emas, sementara Felix membawa pulang medali perak.


Medali emas keempat datang dari nomor beregu BC1/2. Indonesia kembali mengungguli tim Portugal, dengan posisi ketiga ditempati Slovakia.


Pelatih Boccia Indonesia, Muhammad Bram Riyadi, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang diturunkan. Ia menyebut capaian di Coimbra menjadi bukti peningkatan signifikan dari hasil Paralimpiade Paris 2024.


“Alhamdulillah kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Capaian ini sudah sesuai target. Para atlet bisa naik podium di setiap kelas yang kita ikuti, karena ini bagian dari kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028,” ujar Bram Riyadi, Rabu (19/11/2025).


Bram menjelaskan bahwa peningkatan kualitas atlet merupakan hasil dari pemusatan latihan intensif di Kota Solo selama beberapa bulan terakhir.
“Tekniknya semakin meningkat, konsistensinya semakin membaik dan mentalitasnya juga semakin tangguh. Sebelum ke Coimbra, kita juga berhasil mendapatkan empat medali emas saat tampil di World Cup Seoul,” tambahnya.


Gischa Zayana, salah satu bintang turnamen, mengungkapkan kebanggaannya setelah berhasil meraih emas di kandang lawan.
“Saya sangat senang dan bersyukur sekali karena akhirnya bisa mendapatkan medali emas di World Cup Boccia dan bisa membawa harum nama bangsa Indonesia,” ucapnya.


Ia juga mengakui bahwa atmosfer di partai final cukup menegangkan.
“Tentu saja saya lumayan tegang karena melawan atlet tuan rumah. Mereka memiliki suporter yang banyak buat mendukung atletnya. Ada banyak suara-suara dari luar lapangan saat pertandingan. Untungnya saya bisa melewati semuanya dan konsentrasi saya tidak terganggu,” kata Gischa.


Setelah kembali ke Indonesia, para atlet langsung bersiap menatap ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Waktu dua bulan menjadi fase penting untuk mematangkan strategi dan memperbaiki detail permainan.


“Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan jika Tuhan mengizinkan semoga saya bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia,” tutup Gischa. (KS1)














Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X