KUDUS, KLIKSOLONEWS.COM – Tim Jujitsu Jawa Tengah (Jateng) menorehkan hasil membanggakan dengan mengoleksi 14 medali dalam ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Djarum Arena Kaliputu, Kudus.
Meski gagal menambah emas di hari kedua, kontingen Jateng tetap tampil solid dan menunjukkan konsistensi tinggi di setiap nomor yang diikuti.
Pada hari kedua pertandingan, Jujitsu Jateng sukses menambah dua medali perak dan empat perunggu.
Dua perak dipersembahkan Samuel Ricard (Newaza Putra 69 kg) dan Lim Vivi (Newaza Putri 57 kg). Empat perunggu diraih oleh Zahrani Humaira (Newaza Putri 48 kg), Prima Setya (Newaza Putra 69 kg), Reno Rezian (Newaza Putra 77 kg), dan Larasati Fridaminila (Newaza Putri 63 kg).
Secara keseluruhan, Jateng berhasil mengumpulkan 1 emas, 7 perak, dan 6 perunggu dari berbagai nomor seperti Fighting, Show System, dan Newaza.
Salah satu andalan Jateng, Samuel Ricard, yang turun di nomor Newaza 63 kg putra, harus puas dengan medali perak setelah kalah tipis 0–2 dari wakil Jawa Barat, Michael Nathanael, di partai final.
“Sebenarnya peluang emas ada, tapi saya kurang tepat dalam menerapkan game plan. Lawan lebih siap dan lebih tenang di arena. Kekalahan ini jadi bahan evaluasi agar saya bisa tampil lebih baik ke depan,” ujar Samuel.
Ia menambahkan hasil ini menjadi motivasi untuk bangkit di ajang berikutnya. “Saya berjanji akan hasil terbaik bagi Jawa Tengah di kesempatan berikutnya,” tegasnya.
Pelatih tim Jujitsu Jateng, Santi Apriyani Savitri, mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Menurutnya, hasil ini tergolong membanggakan mengingat sebagian besar atlet Jateng adalah pendatang baru.
“Kami melihat perkembangan positif dari para atlet. Kekompakan dan semangat juang mereka luar biasa. Dua emas memang meleset, tapi secara keseluruhan ini capaian yang baik,” ujar Santi yang akrab disapa Echa.
Echa juga menyoroti perbedaan komposisi tim Jateng dibandingkan provinsi besar seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
“Kalau Jabar dan DKI banyak pakai atlet lama yang sudah berpengalaman di berbagai kejuaraan, sedangkan kami menurunkan atlet muda. Ada yang baru dua tahun latihan, paling lama empat tahun,” jelasnya.
Meski demikian, Echa tetap memberikan apresiasi tinggi. “Saya tetap bangga. Mereka datang dengan semangat tinggi dan berani bersaing dengan atlet senior dari Jabar dan DKI,” katanya.
PBJI Jateng Siapkan Pelatda Lanjutan
Ketua Umum PBJI Jawa Tengah, Sabda Tamtama, turut mengapresiasi capaian 14 medali yang diraih timnya. Meski belum mencapai target, ia menilai performa para atlet sudah menunjukkan kemajuan signifikan.
“Alhamdulillah untuk hari pertama kita bisa satu emas, lima perak, dan dua perunggu. Hari kedua ada dua final lagi, tapi belum tembus. Kita dapat dua perak dan empat perunggu,” jelas Sabda, Sabtu (25/10/2025).
Menurutnya, kunci peningkatan ke depan adalah intensitas latihan dan pengalaman bertanding.
“Jateng harus bekerja dan berlatih lebih keras supaya medali perak bisa naik jadi emas. Banyak final yang kita masuki tapi belum berhasil dimenangkan. Ada delapan final yang gagal kita raih,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, PBJI Jateng akan melanjutkan program pelatda hingga Desember 2025, lalu berlanjut ke 2026.
“Kami tidak akan berhenti berlatih. Target kami jelas, tampil lebih kuat dan lebih siap di ajang nasional berikutnya,” tegas Sabda.(KS01)