KUDUS, KLIKSOLONEWS.COM – Atlet Shorinji Kempo Jawa Tengah, Graciana Tati Oematan, harus puas meraih medali perak pada ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Selasa (21/10/2025).
Bertanding di nomor Embu Berpasangan Kyu Kenshi Campuran bersama Gilang Ramadhan Alfayed, pasangan ini sebenarnya ditargetkan meraih medali emas, mengingat Graciana pernah berjaya pada PON XXI/2024 Aceh–Sumut dengan merebut emas di nomor Randori Perorangan.
Namun kali ini, Graciana dan Gilang harus mengakui keunggulan pasangan DKI Jakarta, M. Habil Abbrar A dan Rahyatul Qolbiah, dengan selisih nilai tipis — DKI meraih 267 poin, sedangkan Jateng memperoleh 266 poin.
Selain medali perak, Graciana juga mempersembahkan dua medali perunggu, masing-masing dari Randori Perorangan Kelas 55 Kg Putri dan Embu Berpasangan Kyu Putri bersama Agata Ermi Kapitan.
Usai pertandingan, Graciana mengaku kelelahan karena harus bertanding di tiga nomor sekaligus dalam satu hari.
“Pertandingan hari ini benar-benar melelahkan. Saya turun di tiga nomor. Saat final yang terakhir, suara saya habis, tidak bisa berteriak, padahal dalam kempo harus ada teriakan,” ungkap Graciana, mahasiswi semester 7 STIE Darmaputera Semarang itu.
Menurutnya, hilangnya suara membuat performanya tidak maksimal di partai final. Meskipun begitu, ia tetap bersyukur atas hasil yang diraih.
“Saya tetap bersyukur, mungkin ini yang terbaik dari Tuhan untuk saya,” ujarnya dengan senyum.
Graciana juga menilai lawan yang dihadapinya memiliki kemampuan luar biasa.
“Saya tahu kualitas lawan, mereka bagus. Sebelumnya kami pernah bertemu dan saya juga kalah. Tapi saya tetap puas dengan hasil ini,” tuturnya.
Meski gagal memenuhi target emas, Graciana bertekad untuk bangkit di event selanjutnya.
“Setelah ini saya akan tetap berlatih lebih keras agar di kejuaraan berikutnya bisa meraih emas,” pungkasnya.(KS01)