Sabtu, 13 Juni 2026

Pecahkan Rekor Pribadi, Atlet Para Angkat Berat Indonesia Pulang Tanpa Medali Tapi Raih Banyak Pelajaran di Kejuaraan Dunia Mesir 2025

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:00 WIB
Siti Mahmudah bersiap-siap untuk mengangkat beban dalam kejuaran World Para Powerlifting Championship 2025 kelas 86 kg putri di Kairo, Mesir. Kejuaraan ini berlangsung 9-19 Oktober 2025. (Kliksolonews/ Dok. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi)
Siti Mahmudah bersiap-siap untuk mengangkat beban dalam kejuaran World Para Powerlifting Championship 2025 kelas 86 kg putri di Kairo, Mesir. Kejuaraan ini berlangsung 9-19 Oktober 2025. (Kliksolonews/ Dok. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi)








KAIRO, KLIKSOLONEWS.COM — Tim para angkat berat Indonesia menutup keikutsertaannya di ajang World Para Powerlifting Championship 2025 di Kairo, Mesir, dengan sejumlah catatan berharga meski belum berhasil membawa pulang medali. Kejuaraan yang berlangsung pada 9–19 Oktober 2025 ini diikuti 522 atlet dari 71 negara, dan menjadi ajang pembuka kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.


Salah satu atlet andalan Indonesia, Ni Nengah Widiasih, turun di kelas 45 kilogram putri dan menempati peringkat kedelapan dunia serta peringkat ketiga di antara atlet Asia. Widi, sapaan akrabnya, berhasil mencatatkan tiga angkatan terbaiknya, yakni 97 kg, 99 kg, dan 101 kg — sama seperti hasil yang ia raih saat tampil di Paralimpiade Paris 2024.


“Dari kejuaraan dunia ini kami banyak belajar. Kami akan pulang ke Indonesia untuk berlatih lebih keras lagi agar bisa bersaing dengan atlet-atlet elite dunia. Masih ada waktu tiga tahun untuk kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028,” ujar Widi, Senin (20/10/2025).


Widi mengaku kompetisi tahun ini berlangsung lebih ketat. Banyak atlet berpindah kelas, dari 41 kg ke 45 kg dan sebaliknya, sehingga sulit memprediksi persaingan. Meski masih dalam kondisi cedera bahu yang belum pulih sepenuhnya, Widi bersyukur tetap mampu mencatatkan rekor pribadi terbaiknya di angka 101 kilogram.


“Sepulang dari Mesir, saya harus berlatih lebih keras lagi sambil fokus penyembuhan cedera agar bisa tampil maksimal tahun depan,” tambahnya.



Rekor Baru di Kelas Putra


Selain Widi, Muhammad Mabruk Arib Dzaky, atlet muda berusia 21 tahun yang turun di kelas -59 kg putra, juga mencatatkan hasil membanggakan. Dalam debutnya di kejuaraan dunia, Dzaky berhasil mengangkat 158 kg, 159 kg, dan 161 kg, yang menjadi rekor pribadi baru dan menempatkannya di peringkat 12 dunia serta peringkat 6 Asia.


“Kalau dibilang nervous sih tidak, tapi saya penasaran seperti apa level kejuaraan dunia. Setelah ikut, saya jadi tahu betapa luar biasanya angkatan atlet-atlet dunia,” ungkap Dzaky.


Sepulang dari Mesir, Dzaky mengaku lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi dan menargetkan tampil di Asian Para Games 2026 serta Paralimpiade Los Angeles 2028.


Pelatih kepala tim para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi capaian Dzaky yang mampu memecahkan rekor pribadinya. “Dzaky termasuk atlet potensial. Usianya masih muda dan progres angkatannya sangat pesat,” ujar Coni.



Peningkatan Performa Atlet Lain


Selain Widi dan Dzaky, beberapa atlet lain juga menunjukkan peningkatan performa.





  • Sriyanti (kelas +86 kg putri) berhasil memecahkan rekor pribadi dengan angkatan 145 kg, meningkat dari 138 kg di Paralimpiade Paris 2024.




  • Siti Mahmudah (kelas -86 kg putri) juga mencatat kemajuan dengan angkatan 131 kg, setelah sebelumnya hanya mampu mengangkat 125 kg.




Meski belum mampu meraih medali, pelatih menilai hasil ini menjadi bekal penting menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya. Indonesia juga berpartisipasi di nomor beregu (team event) — baik women’s team maupun mixed team — untuk meningkatkan peringkat Asia. Dalam nomor women’s team, Indonesia menempati peringkat keempat setelah kalah dari Uzbekistan dalam perebutan perunggu, sementara mixed team finis di posisi keenam.


“Kejuaraan ini menjadi ajang evaluasi penting setelah Paralimpiade Paris. Kami melihat banyak progres positif dan akan fokus memperbaiki teknik serta kekuatan menjelang kualifikasi berikutnya,” tutup Coni. (KS1)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X